Bakal Diproduksi Massal, Motor Listrik ITS Diserahkan ke Industri

Bakal Diproduksi Massal, Motor Listrik ITS Diserahkan ke Industri

foto: arya wiraraja/enciety.co

Motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang diberi nama GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) siap diserahkan ke pihak industri untuk diproduksi secara massal. Penyerahan ke pihak industri akan disaksikan oleh MenrsitekdiktiProf H Mohammad Nasir PhD Ak, dalam serangkaian kunjungan kerja Menristekdikti ke ITS, Selasa, 3 Mei 2016.

Demikian disampaikan Rektor ITS,  Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Senin (2/5/2016), usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya.

“Dalam kunjungan Menristekdikti ke ITS besok (Selasa, red), ada beberapa agenda acara terkait dengan program hilirisasi hasil penelitain yang dilakukan oleh ITS, satu di antaranya menyaksikan penyerahan produk motor listrik karya ITS, GESITS kepada pihak industri untuk diproduksi secara massal,” jelasnya.

Sedikitnya akan ada tiga titik kunjungan Menristekdikti yang sudah disiapkan oleh ITS, masing-masing ke gedung riset Mobil ListrikNasional (Molina) dengan agenda utama menyaksikan penyerahan motor listrik ke pihak industri yang akan memproduski massal dan untuk komersial, kemudian ke Gedung Pusat Robotika dengan agenda meresmikan Pusat Pelatihan Mekatronika dan Otomasi Industri serta penyerahan unit mesin Computer Numerical Controller (CNC) kepada Bupati Situbondo, Tuban, Banyuwangi, dan Magetan.

Sedangkan, acara ketiga dipusatkan di Gedung Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (Nasdec) ITS, di mana menristekdikti akan ditunjukkan beberapa produk karya ITS yang telah sampai pada tahapan hilirisasi dan komersialisasi. Dalam hal ini ITS memang tidak memproduksi, namun hanya menyiapkan teknologi dan mendesainnya.

“Selanjutnya, menyerahkan ke industri dalam rangka produksi massal dan komersialisasi,” imbuh Joni.

Ketua Laboratorium Mobil Listrik Nasional ITS, Dr Muhammad Nur Yuniarto menambahkan, ITS sebagai lembaga pendidikan dan riset memang tidak pada posisi untuk memproduski secara massal, melainkan hanya pada pengembangan teknologi dan desain.Sehingga untuk proses hilirisasi, ITS menggandeng pihak industri.

“Sedikitnya besok akan ada empat institusi yang akan menandatangani MoU dengan ITS terkait dengan pengembangan mobil dan motor listrik dalam rangka komersialisasi, mereka bergerak mulai dari penyiapan suku cadang, pengembangan pengisian baterai, hingga produksi kendaraan,” ungkap dosen jurusan Teknik Meisn ITS ini.

Bercerita tentang GESITS, Nur Yuniarto menambahkan, motor listrik yang dikembangkannya disiapkan untuk bersaing dengan motor matik yang mengonsumsi bahan bakar minyak, sehingga kecepatannya pun bisa mencapai 100 km per jam.

Ditanya perbedaan paling mendasar dari motor matik yang ada saat ini, secara berkelakar Nur Yuniarto mengatakan, jika GESITStidak memiliki knalpot dan tidak harus melalui uji emisi karena penggerak menggunakan listrik. “Meski kami segera menyerahkannya ke industri, riset yang dilakukan ITS terus berlanjut terutama untuk unjuk kemampuan atau uji performance,” ujarnya. (wh)