Diprediksi Rp 1,7 T, Laba Bulog Cuma Rp 466 M

Diprediksi Rp 1,7 T,  Laba Bulog Cuma Rp 466 M

 

Perjuangan Perum Bulog untuk mendapatkan margin fee dari public service obligation (PSO) penyaluran beras untuk rumah tangga miskin (raskin) masih belum membawa titik cerah. Pasalnya, laba usaha Bulog tahun 2013 yang semula diprediksi mencapai Rp 1,7 triliun, ternyata hanya tercapai Rp 466 miliar.

 

Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, keuntungan tersebut terutama didapatkan dari usaha komersial Bulog.

 

“Keuntungan kami terbebani PSO karena pemerintah tidak bayar biaya penyusutan seperti gudang dan sebagainya. Kalau pemerintah beri Rp 1,3 triliun saja (dari PSO penyaluran raskin), keuntungan Bulog sampai Rp 1,7 triliun,” papar Sutarto Alimoeso.

 

Tambahan laba Rp 1,3 triliun tersebut, terang Sutarto, dihitung dari total revenue penyaluran 3,4 juta ton raskin selama tahun 2013.

 

Meski begitu, tahun ini Bulog masih menetapkan target laba dengan menghitung margin fee.

 

“Tahun ini targetnya sekitar Rp 1,3 triliun. Cukup tinggi, tapi sebagian besar dari (proyeksi) margin fee. Menurut undang-undang, kita berhak dapat margin,” ujar Direktur Keuangan Bulog Budi Purwanto.

 

Budi Purwanto  menambahkan, tahun ini, Bulog berharap bisa mendapatkan margin fee dari penyaluran raskin. “Tidak jauh beda dengan 2013. Proyeksi kita masih dua belas kali (penyaluran). Penjualan kita masih 90 persen dari (penyaluran) raskin,” papar Budi optimistis. (kon/bh)