Dipaksa Wapres, Pedagang Tolak Masuk Pasar Turi Baru

Dipaksa Wapres, Pedagang Tolak Masuk Pasar Turi Baru
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberi keterangan dengan awak media terkait permasalahan Pasar Turi di Balai Kota, Rabu (15/4/2015). foto: Avit Hidayat/enciety.co

Pedagang Pasar Turi menolak adanya instruksi Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yang akan memindahkan para pedagang dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Gedung Pasar Turi Baru sebelum memasuki Ramadan. Bahkan para pedagang meminta agar JK datang di Pasar Turi sebelum memutuskan untuk benar-benar memindahkan stan pedagang.

“Intinya kami telah berkomitmen, tidak ada kata selain putus kontrak (dengan PT Gala Bumi Perkasa). Karena itu kami mengundang Wapres agar blusukan ke sini. Agar beliau melihat permasalahan yang sesungguhnya,” tegas Koordinator Pedagang Pasar Turi H. Muhaimin kepada enciety.co, Rabu (15/4/2015).

Menurut Muhaimin, wacana agar para pedagang diharapkan bisa masuk ke Pasar Turi Baru sebenarnya sudah lama. Namun karena pedagang merasa tertipu dan diperas, maka sampai saat ini pedagang Pasar Turi yang sudah bertahun-tahun menempati TPS enggan untuk masuk Pasar Turi Baru.

“Dulu juga ada solusi seperti ini. Intinya memberikan win-win solution kepada pedagang. Dengan cara menghapuskan seluruh denda dan pemerasan kepada pedagang. Tapi itu hanya berlaku dua bulan, selebihnya malah jauh lebih parah dendanya,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya sengaja melaporkan polemik yang mendera Pasar Turi ke wakil presiden untuk mencari solusi yang tepat. Pemkot tidak ingin para pedagang terus-terusan terlunta-lunta di TPS.

“Pak Wapres menyampaikan pada prinsipnya pedagang nanti bisa masuk ke pasar sebelum puasa. Hal-hal lain, Wapres akan mengirimkan tim untuk menyampaikan itu. Saya berharap tidak ada masalah,” bebernya kepada wartawan ditemui di Balai Kota,.

Namun saat ditanya terkait kapan tim kepresidenan itu akan turun untuk meninjau Pasar Turi, Risma belum tahu pasti. Ia juga belum melakukan komunikasi dengan pedagang Pasar Turi maupun dengan pihak investor PT Gala Bumi Perkasa terkait hal ini.

“Belum ada komunikasi, karena kita matangkan dulu. Memang sebetulnya kontrakku itu bukan dengan pedagang, tapi dengan PT Gala Bumi Perkasa. Di sini saya sebagai pemimpin Surabaya membantu pedagang karena itu adalah warga Surabaya,” imbuhnya. (wh)