Dinkop Surabaya Kebut Selesaikan Tiga Sentra Baru

Dinkop Surabaya Kebut Selesaikan Tiga Sentra Baru
Kunjungan Kadinkop dan UKM Hadi Mulyono di sentra UKM Siwalankerto. Foto:humas pemkot surabaya

Hingga per Oktober 2015 sudah ada 48 sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Pahlawan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Jumlah itu masih akan terus bertambah karena dinas koperasi (Dinkop) Surabaya kini tengah membangun tiga sentra UKM baru di Mulyorejo, Bratang Binangun dan di Dharmahusada.

 

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Surabaya, Hadi Mulyono, mengatakan pada akhir tahun ini akan ada 50 sentra UKM di kota Pahlawan. “Dengan tambahan tiga sentra UKM ini akan mampu menggairahkan ekonomi warga,” ujar Hadi Mulyono saat meninjau sentra UKM di Siwalankerto, Selasa (20/10/2015).

 

Dari jumlah itu, Hadi menyebut ada banyak sentra UKM yang sudah sesuai harapan. Namun, dia juga menyebut, ada beberapa sentra yang masih perlu dipacu, utamanya di wilayah Surabaya Barat. Meski bangunan sentra nya sudah jadi, tetapi belum termanfaatkan secara maksimal. “Masih ada sekitar tujuh sentra yang masih butuh perjuangan dan dimaksimalkan. Kalau lainnya sudah sesuai harapan, meski juga ada yang masih perlu dilengkapi,”ujarnya

 

Keberadaan sentra UKM ini juga dimaksudkan untuk mendukung pariwisata di Kota Pahlawan. Konsepnya, tamu-tamu yang datang berkunjung ke Surabaya, akan diarahkan untuk berkunjung ke sentra PKL dan menikmati sajiannya. 

 

“Kami inginnya sentra PKL ini menjadi bagian paket pariwisata. Setiap ada kunjungan tamu, wajib untuk datang ke sentra PKL. Syukur-syukur tidak hanya datang, tetapi juga makan sajian di sentra PKL. Tentunya kami akan berupaya memberikan kepuasan yang baik. Tidak hanya makanannya enak dan higienis, juga kesehatan dan kebersihannya terjamin,” tegas Hadi Mulyono.

 

Menurut Hadi Mulyono, konsep paket pariwisata sentra PKL itu sebenarnya sudah jalan di Dinkop UKM dengan bekerja sama pihak kecamatan dan kelurahan yang terdapat sentra PKL. Nah, ke depan, dia berharap konsep tersebut juga bersinergi dengan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) juga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

 

Dinkop dan UKM Surabaya sendiri telah menyiapkan beberapa sentra PKL di setiap kawasan di Surabaya. Dia mencontohkan, di kawasan Surabaya Utara, sentra PKL nya ada di depannya gedung Bank Indonesia. Kemudian di Surabaya Pusat ada di Taman Bungkul. Lalu di Selatan ada di kawasan Siwalankerto, Jambangan dan Dukuh Menanggal. Setiap sentra PKL di setiap kawasan tersebut memiliki kuliner unggulan masing-masing. “Semisal di Utara ada soto bebek, di pusat ada rawon. Di Siwalankerto ada mie. Memang  lebih khusus ke kuliner, kita padukan dengan produk kelurahan. Di setiap sentra kami siapkan koperasi yang menampung produk kreasi warga,” terusnya.

 

Salah satu pedagang di sentra Siwalankerto, Harno menyebut dalam sehari, ada ratusan pengunjung yang datang ke sentra PKL Siwalankerto. Kebanyakan adalah mahasiswa. Namun, ketika mahasiswa sedang libur, sentra PKL ini pun tidak seramai biasanya.

 

“Pernah saya sehari pendapatan kotor saya mencapai Rp 2 juta. Tapi kalau kampus libur ya sepi,” tutur penjual bakso dan mie pangsit ini.

 

Masalah sentra PKL Siwalankerto yang hanya ramai ketika ada aktivtas mahasiswa itu menjadi pemikiran dari pihak kecamatan dan kelurahan juga Dinkop UKM untuk melakukan perbaikan. Mereka melakukan kajian untuk menemukan solusi.

 

Camat Wonocolo, Dodot Wahluyo mengatakan, konsep awal sentra PKL Siwalankerto sebenarnya untuk penataan wilayah. Yakni memindahkan pusat PKL di seberang jalan ke belakang kantor kelurahan. Sehingga, jalan di depan kampus kini tidak lagi macet.

 

“Kami kini berupaya agar ketika hari libur, para pedagang ini masih bisa berjualan dan mendapatkan pendapatan. Ini kami merintis bersama bu lurah agar sentra PKL ini buka sampai malam. Jadi nanti ada dua shift. Dengana danya shift, akan semakin banyak PKL yang bisa diberdayakan. Intinya kami saling bersinergi antara satu dengan yang lainnya, sehingga  apa yang diharapkan terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” ujar Dodot Wahluyo. (wh)