Dinkominfo Surabaya Ajari Siswa Sehat Internet

Dinkominfo Surabaya Ajari Siswa Sehat Internet
Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan memberikan pemaparan kepada tim penilai internet sehat. avit hidayat/enciety.co

Mudahnya remaja mengakses situs-situs porno di dunia maya membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya melakukan kampanye internet sehat di Graha Sawunggaling, Rabu (3/9/2014).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa mulai dari SMP hingga SMA se-Surabaya itu bertujuan mengajak siswa menjadi pelopor perubahan di Kota Pahlawan. Perubahan yang positif dalam mengakses internet.

“Mereka ini nantinya akan menjadi corong pemerintah mengkampanyekan internet sehat di sekolah masing-masing. Setiap sekolah diwajibkan mengirimkan delegasi 5 sampai 10 siswa dalam acara ini.” Terang Kepala Bidang Post dan Telekomunikasi, Dinkominfo, Adang Kurniawan.

Lanjut Adang, siswa pilihan tersebut akan mempunyai tugas penting untuk mengajak teman-temannya tidak terjerumus pada kegiatan negatif di internet.

Rencananya, siswa yang tergabung dalam pelopor internet sehat akan nantinya akan dikukuhkan langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

”Saat ini, siswa pasti sudah bersentuhan langsung dengan internet. Masalahnya kan tinggal mengarahkan mereka untuk berinternet yang baik. Agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang diperoleh dari internet. Pokoknya No Pornography. Jangan sampai anak-anak Surabaya terjerumus yang namanya pornografi,” bebernya.

Jika pembinaan ini selesai, berarti Surabaya akan memiliki 2.600 siswa pelopor internet sehat. Nantinya, Adang berharap mereka bisa mempengaruhi teman-temannya untuk mau berinternet sehat.

“Mereka sudah mulai berani bicara di hadapan teman-temannya. Adapula yang melakukan sosialisasi dengan membuat poster yang ditempel di mading sekolah. Juga melalui media sosial, seruan, ajakan untuk berinternet sehat terus mereka kampanyekan,” cerita Adang.

Ke depan, lanjut Adang, Dinkominfo akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Surabaya untuk membut kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dengan cara memberikan ekstrakurikulum TIK, Dinkominfo bersama relawan TIK Surabaya siap mendukung program ini.

“Sekarang saja di lima wilayah kita sudah melakukan hal itu. Relawan yang tergabung merupakan dosen dari perguruan tinggi ternama di Surabaya. Seperti Ubaya, Narotama, ITS, dan Ciputra. Jadi, kita harus menyiapakan anak-anak sejak sekarang. Supaya tidak mudah tergoda dengan hal-hal yang merugikan masa depan mereka,” tambahnya.(wh)