Dinkes Surabaya Perketat Kebersihan Jajanan Sekolah

Dinkes Surabaya Perketat Kebersihan Jajanan Sekolah
Foto: Ilustrasi jajanan sekolah yang kurang menjaga kebersihan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan pengetatan pengawasan terhadap jajanan yang biasa dijual di lingkungan sekolah. Ini ditegaskan oleh Kepala Dinkes Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita kepada enciety.co, Senin (16/3/2015).

Menurut perempuan yang karib dipanggil Feny ini, jajanan yang sering dijual pedagang di lingkungan sekolah kurang terjaga kebersihannya. Untuk itu, ia mengaku rutin memantau jajanan yang berada di seluruh kawasan sekolah di Surabaya.

Seperti didapatinya akhir minggu lalu di sekolah kawasan Surabaya Utara, penjual jajanan kerap kurang menjaga kebersihan barang dagangannya. Kurangnya kebersihan ini juga menjadi biang mudahnya debu dan kotoran masuk di makanan.

“Ini karena penjual tidak memakai sarung tangan, sehingga makanan tidak bersih. Selain itu debu jalanan juga dengan mudah masuk makanan. Saya berharap para pedagang mulai sadar akan kebersihan. Selain itu, penggunaan bumbu rasa-rasa seperti rasa pedas, manis, dan lain sebagainya harus dihindari,” harapnya.

Selain memberikan pengarahan kepada para pedagang, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan jajanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya di laboratorium. “Kami biasanya memeriksa di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) Kota Surabaya,” imbuh Feny.

Selain kepada pedagang, ia juga memberikan pengarahan ke guru-guru untuk lebih mengawasi anak didiknya agar tidak jajan sembarangan. Sebaiknya siswa diharapkan membawa bekal yang sudah disiapkan di rumah. Selain itu juga ia meminta agar guru dan orang tua turut aktif untuk memberikan penyuluhan kepada pedagang yang berjualan di area sekolah.

“Khususnya bagi sekolah-sekolah TK, PAUD, maupun Sekolah Dasar. Karena kebanyakan anak-anak tidak tahu dan hanya asal membeli saja. Karena tergiur warna makanan dan rasa yang enak,” jelasnya. (wh)