Dinkes Surabaya: Masyarakat juga Harus Awasi Peredaran Mamin

Dinkes Surabaya: Masyarakat juga Harus Awasi Peredaran Mamin

Jumpa pers terkait peredaran makanan dan minuman di Jantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (14/3/2017).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya juga meminta kepada masyarakat untuk bersama melakukan pengawasan terhadap peredaran produk makanan dan minuman (mamin).

“Kami juga menghimbau kepada semua pedagang PKL baik yang ada di sekolah, pasar tradisional dan supermarket untuk mengerti betul produk yang mereka jual. Begitu juga dengan masyarakat yang mengonsumsi agar memperhatikan beberapa hal sebelum membeli produk mamin,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita dalam acara jumpa pers di Kantor Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (14/3/2017).

Ia membeberkan ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum membeli produk makanan dan minuman. Mulai dari kemasan bagus dan tidak penyok, apakah keadaannya terbuka, melihat tanggal kedaluwarsa produk dan izin edar.

“Begitu juga penjual sebelum menjual barang mamin harus melihat apakah ada ijin edar atau tidak. Dengan pengawasan yang merata dan berkesinambungan, maka produk yang dibeli dapat layak konsumsi,” ujar dokter gigi wanita ini.

Berdasarkan SOP, pihak Dinkes kota Surabaya bersama tim terkait berhak untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap mamin yang dijual di masyarakat baik dengan adanya pengaduan atau tidak.

“Bulan Februari 2017 ini sendiri, kami telah melakukan pengambilan 200 mamin dari beberapa lokasi yang diacak agar diharapkan tidak ada produk mamin berbahaya yang beredar,” papar dia.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan jika operasi tim gabungan yang dilakukan terhadap produk mamin tersebut ada 3 operasi sekaligus.

“Selain operasi mamin, juga yustisi asal pedagangdan yustisi kebersihan. Sebelum operasi kami memohon maaf disampaikan awal saat lakukan razia kepada para pedagang,” ujar Fikser. (wh)