Dinkes Jatim Godok Program Pengendalian Hepatitis

Dinkes Jatim Godok Program Pengendalian Hepatitis

Penyakit hepatitis hingga sekarang masih dianggap sebagai momok yang menakutkan. Penyakit yang menyerang hati tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menyebutkan, tercatat total penduduk 38 juta jiwa tercapai 10 persen penduduknya menderita penyakit ini.

Kepala Dinkes Jawa Timur dr Harsono mengatakan, pihaknya telah berupaya keras untuk meminimalkan penderita penyakit hepatitis tersebut dengan jalan membuat program pengendalian hepatitis. Sayangnya, hingga kini, program tersebut masih sebatas belum terealisasi.

“Program ini untuk mengendalikan dan mengurangi penderita atau korban meninggal akibat penyakit ini. Hingga kini masih digodok rencana tersebut,” tutur dr Harsono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (14/3/2015).

Masyarakat sendiri masih bisa terhindar dari penyakit hepatitis ini bila sering memeriksakan diri ke dokter atau petugas perawat. Juga setiap warga diharapkan dapat menjaga diri dengan tidak mengonsumsi minum-minuman keras atau beralkohol, merokok, tidak boleh stres dan tidur yang cukup.

Selain itu, banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.

“Selain itu setiap warga harus melaksanakan vaksinasi penyakit hepatitis B,” kata dia. (wh)