Dinkes Jatim Bakal Terapkan Program Eliminasi Malaria

Dinkes Jatim Bakal Terapkan Program Eliminasi Malaria

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim akan menerapkan program eliminasi malaria pada 2015 mendatang. Program ini sendiri mewajibkan wilayah Jatim harus terbebas dari penderita malaria selama tiga tahun berturut-turut.

Kepala Dinkes Jatim dr Harsono mengatakan, penerapan program eliminasi malaria bukan pekerjaan yang mudah. Perlu peran serta masyarakat dalam mengawal program eliminasi malaria agar program ini berhasil.

“Di tahun 2013, penderita malaria di Jatim tidak ada. Namun penderitanya terdeteksi pada tahun 2012 sebanyak sembilan penderita,” katanya, Selasa (25/2).

Dari data yang ada, sembilan penderita malaria, delapan orang berasal dari Madiun dan satu berasal dari Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, program eliminasi malaria tidak dapat diterapkan apabila masih ada penderita malaria di masing-masing kabupaten/kota di Jatim.

”Bila ada salah satu kota atau kabupaten di Jatim terkena malaria masyarakatnya. Maka akan dinyatakan gugur. Jadi program eliminasi malaria itu tidak mudah sehingga diperlukan kerja keras dalam mencapainya,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (PPMK) Ansarul Fahrudda mengatakan, program eliminasi malaria ini diterapkan di Jatim karena adanya  SK Menkes 293 tahun 2009 tentang malaria.

“Jadi imbauan dari Menkes ini yang memotivasi Jatim untuk segera menerapkan program eliminasi malaria seperti adanya pengamatan dan pencatatan yang baik dari petugas lapangan, serta diadakannya pelatihan medis bagi tenaga kesehatan di kabupaten/kota se Jatim,” tandasnya.

Ansarul mengungkapkan, sebenarnya program eleminasi malaria dapat diterapkan secara maksimal jika ada peran serta dari masyarakat dalam mengawalnya, seperti pendektesian dini, pengobatan standar dan mencegah penularan. Untuk pendektesian dini masyarakat dapat segera melapor atau memeriksakan jika terkena malaria. Pengobatan standar, masyarakat harus berobat ke rumah sakit dan mematuhi setiap perintah dokter dalam meminum obat.

“Mencegah penularan diharapkan masyarakat dapat menjaga agar tidak terkena penyakit malaria kembali,” ucapnya.(wh)