Dinkes Bantah Limbah Medis Surabaya Dibuang ke Bangkalan

Dinkes Bantah Limbah Medis Surabaya Dibuang ke Bangkalan
Kepala Dinkes Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita

Tudingan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura yang mengatakan bahwa rumah sakit di Surabaya membuang limbah medisnya di Bangkalan beberapa waktu yang lalu, langsung dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita. Ditemui enciety.co di kantornya Rabu (11/3/2015), Febria menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membuang limbah medis di Cileungsi, Jawa Barat.

“Jadi semua rumah sakit di seluruh Surabaya, sekitar 60 rumah sakit itu limbah medisnya dibuang ke Cileungsi, Jawa Barat. Salah jika ada tudingan kami membuang limbah medis di Bangkalan,” tegas Febria.

Menurut Febria, selama ini pihak Pemkot Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pembuangan limbah medisnya. Dalam satu minggu, pihaknya mengatakan mengirim dua sampai tiga kali limbah medis. “Kerjasama dengan pihak ketiga itu sudah lama, dan aman,” jelasnya.

“Artinya semua tuduhan itu salah besar, dan memang tidak mungkin limbah medis itu dibuang disembarang tempat. Makanya kami sejak lama membuang limbah medis dari seluruh rumah sakit yang berada di Surabaya ke Cileungsi,” bebernya.

Dijelaskannya, limbah medis itu banyak jenisnya mulai dari limbah radioaktif, kimiawi, limbah patologis, dan berbagai limbah yang berpotensi menularkan penyakit. Karena itu perawatannya tidak segampang itu. “Tidak sekedar membuang saja, karena masing-masing jenis limbah ditangani berbeda-beda makanya kita buang di Cileungsi,” sambungnya.

Seperti yang ramai diberitakan sejumlah media massa nasional, bahwa Tim gabungan dari Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepolisian Resor Bangkalan menemukan dan menutup tempat pembuangan limbah medis ilegal di Gunung Ajir, Desa Kemuning, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Rabu, 25 Februari 2015 lalu. Seperti yang dilansir Tempo, Pemkab Bangkalan menuding Surabaya sebagai biang pembuangan limbah medis illegal di kawasan itu. (wh)