Dinas Kesehatan Surabaya Genjot Razia Makanan Tidak Sehat

Dinas Kesehatan Surabaya Genjot Razia Makanan Tidak Sehat
drg. Febria Rachmanita bersama Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/1/2016).foto: arya wiraraja/enciety.co

Dinas Kesehatan Surabaya menindak tegas pedagang makanan yang tidak sehat, Itu dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait keberadaan pedagang yang menjual makanan berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita mengatakan, salah satu penindakan tersebut dilakukan dengan menggelar sidak secara rutin di sekolah. Kegiatan ini didukung SKPD, Balai POM dan seluruh puskesmas di Surabaya

“Jika ditemukan bahan makanan atau minuman yang mengandung zat yang berbahaya, tim akan langsung melakukan penelusuran hingga tahu dari mana mereka mendapatkan bahan-bahan tersebut,” tegasnya dalam acara Perspective Dialogue, di Radio Suara Surabaya, Jumat (8/1/2016).

Kata dia, setiap kantin dan pedagang makanan yang telah diperiksa telah ditandai stiker khusus dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pertama, warna hijau. Tanda jika makanan tersebut terbebas dari bahan berbahaya dan bebas dikonsumsi.

Kedua, warna kuning. Menandakan jika  bahan makanan tersebut melanggar salah satu syarat kesehatan dan akan diberi pembinaan. Ketiga, warna merah. Ini berarti makanan tersebut sangat berbahaya dan tidak boleh dikonsumsi.

Kata dia, sidak rutin tersebut telah lama dilakukan. Hal tersebut merupakan bagian dari program pencegahan sebelum masa penularan. Namun, banyak kendala di lapangan.

“Contohnya ketika kita memeriksa pedagang kaki lima (PKL), ketika mereka terkena sidak tersebut dan ditemukan adanya zat berbahaya dan akan diberikan pembinaan, hari berikutnya mereka pindah tempat mangkal. Selain itu, kirap sering mendapat data palsu, seperti alamat rumah dan nomor telepon,” jelasnya.

Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, mengatakan, jika saat ini penyakit tidak menular adalah penyakit yang sangat berbahaya. Kebanyakan penyakit tersebut disebabkan oleh pola makan atau bahan makanan yang dikonsumsi.

“Untuk mencegah atau menanggulagi hal tersebut, kita harus memberikan informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Karena perilaku sehat itu harus hadir atas dasar kesadaran yang ditumbuhkan dari pengetahuan setiap individu,” urai dia.

Kata dia, di Surabaya ada sekitar 2 juta orang yang telah terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jumlah itu termasuk termasuk warga pendatang. Hal ini menandakan jika Kota Surabaya memiliki tingkat kesadaran akan kesehatan yang tinggi.

“Kita memiliki sistem kesehatan yang bagus. Akan tetapi, sistem yang bagus tanpa diimbangi partisipasi aktif juga tidak akan menghasilkan apa-apa. Untuk itu, kami berharap ke depan masyarakat dapat membantu menyebarkan informasi akan kesadaran hidup yang sehat,” tandasnya. (wh)