Diminta Sediakan Lahan untuk Revitalisasi Jalur KA

Diminta Sediakan Lahan untuk Revitalisasi Jalur KA

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, salah satu pelabuhan di bawah kendali PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), diminta menyediakan lahan di area hak pengelolaan PT Pelindo III. Ini dilakukan untuk revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Keputusan agar Pelabuhan Tanjung Emas menyediakan lahan ini tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh lima instansi yang terlibat yakni Ditjen Perkeretaapian, Ditjen Perhubungan Laut, Pemda Provinsi Jawa Tengah, PT Kereta Api. Indonesia (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, Jumat (20/2/2015), mengatakan revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilakukan dalam rangka mendukung logistik nasional dan sistem transportasi di wilayah Jawa Tengah.

Selain menyediakan lahan, Pelindo III juga harus menyediakan dan pengoperasian fasilitas, peralatan dan sistem operasi yang diperlukan dalam rangka pelayanan angkutan di Pelabuhan Tanjung Emas.

“Jika revitalisasi jalur kereta yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas selesai, maka angkutan logistik dan peti kemas yang akan diturunkan atau dimuat di pelabuhan Tanjung Emas tinggal diteruskan ke Jakarta atau Surabaya dengan jalur ganda utara Jawa yang sudah dioperasikan,” tutur Hermanto didampingi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan KA, Hangoro Budi Wiryawan

Disamping itu, ada perubahan pola angkutan yang selama ini dari. Pelabuhan Tanjung Emas diangkut dengan truk, dengan direvitalisasinya jalur kereta maka angkutan barang dapat diangkut dengan kereta. Selain lebih cepat, lebih hemat bahan bakar dan yang terpenting mmengurangi kerusakan jalan raya.

Untuk melaksanakan proyek revitalisasi jalur kereta ke arah pelabuhan, untuk tahap awal membutuhkan dana sebesar Rp 35 miliar yang anggarannya disediakan pemerintah. Proyek ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dua tahun. (wh)