Dilaunching Tiga Hari Lalu, Kios Online Surabaya Belum Beroperasi

Dilaunching Tiga Hari Lalu, Kios Online Surabaya Belum Beroperasi
Warga di Kecamatan Gubeng masih mengurus berbagai perizinan secara manual lantaran program Kios Online belum dipasang, Rabu (12/11/2014).

Meski berbagai program perizinan sudah di-launching dan ditambah kapasitasnya Pemerintah Kota Surabaya pada Senin (10/11/2014), namun keaadan di lapangan jauh berbeda. Justru sebaliknya, di sejumlah kecamatan warga yang hendak mengurus perizinan masih belum bisa merasakan Kios Online lantaran infrastruktur belum terpasang.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Gubeng, Rabu (12/11/2014), puluhan warga masih mengantre untuk mengurus berbagai perizinan secara manual. Ini lantaran infrastruktur Kios Online belum terpasang dan belum sumber daya manusia yang bisa menjalankan sistem online tersebut.

Dijelaskan Sekretaris Camat (Sekcam) Gubeng Harun Ismail, program Surabaya Single Window (SSW) dan E-Lampid belum dipasang oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya. Namun perlengkapannya sudah tersedia di kantor kecamatan.

Dari pantauan enciety.co, sejumlah perlengkapan seperti scanner, komputer, hingga printer masih terbungkus rapi di pojok ruangan Sekcam Gubeng. Kata Harun, pihaknya belum bisa memasang lantaran tidak adanya sumber daya yang tersedia.

“Katanya pada November ini akan segera dipasang dan dilakukan sosialisasi dulu. Operator SSW dan E-Lampid juga rencananya akan didatangkan Dinkominfo,” ujarnya.

Padahal menurut Harun, jika Kios Online itu segera bisa digunakan warga tidak harus mengantre secara manual lantaran proses bisa dilakukan lebih cepat. Karena selama ini, untuk pengurusan perizinan saat ini menurut Harun membutuhkan waktu 3 hingga 7 hari.

“Kalau mengurus E-KTP memang lama, Mas. Tapi kalau KTP manual bisa langsung jadi 15 menit saja. Sedangkan mengurus KK hingga pindah penduduk butuh waktu maksimal 7 hari,” terangnya.

Di Kecamatan Gubeng sendiri ada 2.243 warga yang biasa mengurus berbagai perizinan di tiap bulannya. Di antaranya dengan rata-rata 270 warga mengurus KK, 455 warga mengurus perizinan umum, 239 warga mengurus akta kelahiran, 173 warga mengurus pindah tempat tinggal, 167 warga mengurus surat kematian, 153 warga mengurus pindah masuk, dan 786 warga mengurus KTP.

Hal sama juga terjadi di sejumlah kecamatan lainnya, seperti kecamatan Wonokromo yang juga belum terpasang fasilitas Kios Online. Diakui salah seorang staf Kecamatan Wonokromo, Tri Mariyadi, sampai saat ini warga hanya bisa mengurus berbagai perizinan secara manual.

“Belum bisa kalau online, Mas. Soalnya belum terpasang juga. Katanya selama sebulan ini ada sosialisasi penerapan dulu, baru Desember bisa dipakai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkominfo Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan bahwa penyebaran fasilitas pelayanan Kios Online membutuhkan waktu. “Ada sejumlah kawasan yang sudah dipasang dan beberapa lainnya masih dalam proses,” terangnya saat dihubungi enciety.co.

Antiek juga mengaku akan melakukan sosialisasi kepada warga agar bisa menggunakan fasilitas yang diproyeksikan akan mempermudah birokrasi pemerintahan tersebut. “Sosialisasi juga kan butuh waktu, nanti kita lihat lagi kapannya,” tambahnya.

Di satu sisi, ternyata adanya program Kios Online yang diluncurkan Pemkot tersebut belum banyak diketahui oleh warga. Satu di antaranya adalah Samsul (23) yang sama sekali belum mengetahui adanya program kios online.

“Saya mau ngurus pindah. Nggak tahu kalau ada perizinan lewat online. Kalau ada mungkin bisa lebih cepat,” kata pria yang mengaku menunggu 3 hari perizinan pindah kecamatan. (wh)