Dikunjungi Wapres, Proyek Teluk Lamong Capai 80 Persen

 

Dikunjungi Wapres, Proyek Teluk Lamong Capai 80 Persen

Kemajuan pembangunan fisik Terminal Multipurpose Teluk Lamong jelang kunjungan Wakil Presiden Boediono telah mencapai di atas 80 persen. PT Pelabuhan Indonesia III selaku pemilik proyek, optimistis pembangunan fisik akan tercapai target pada akhir bulan ini.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Edi Priyanto, mengatakan, Pelabuhan Tanjung Perak akan dipaparkan kepada Wakil Presiden. Termasuk pembangunan Teluk Lamong, Java Integrated Industrial Port Eastate (JIIPE) di Gresik, dan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya.

“Kondisi dilapangan per-31 Maret sudah tercapai di atas 80 persen dari masing-masing paket pembangunan. Kami memperkirakan progress saat ini kondisinya sudah berbeda,” katanya, Jumat (25/4/2014).

Dari empat paket, baru paket A (dermaga domestik dan internasional) dan C (jembatan penghubung) yang sudah seratus persen tuntas, sedangkan paket B (lapangan penumpukan, causeway, dan lapangan parkir) tercapai 84,8 persen dan paket D (gedung perkantoran dan elektrikal instrumen) tercapai 89,1 persen.

Teluk Lamong diperkirakan mampu menampung 2 juta TEU’s petikemas internasional, 3.5 juta TEU’s petikemas domestik, dan 20 ribu ton kargo pada tahun pertama. Daya tampung itu membutuhkan jalur darat untuk distribusi logistik dari dan menuju Teluk Lamong.

Planning utama adalah menyiapkan fly over (jembatan layang) dan automatic transporter container (ACT) monorail. Selanjutnya akan diintegrasikan dengan jalur kereta api terdekat. “Salah satunya di Stasiun Kandangan atau menyiapkan jalur alternatif menuju Jalan Veteran di Gresik,” jelas Edi.

Pembuatan jalan ini untuk mengurai kepadatan distribusi logistik. Berdasarkan kajian dan analisa pada tahun pertama jumlah kendaraan akan mencapai 1.500 truk per harinya. Pada tahun kedua hingga tahun kelima, peningkatan volume truk dipastikan meningkat tiga kali lipat.

Dalam paparan kepada presiden Pelindo III juga menyampaikan porgram kerja di sejumlah pelabuhan yang menjadi pintu gerbang utama perdagangan. Termasuk progress pembangunan JIIPE yang dibangun di atas lahan sekitar 2.100 hektar. (wh)