Dikeluhkan, Banyak Sub Agent Umroh dan Haji Tak Berizin

 

Dikeluhkan, Banyak Sub Agent Umroh dan Haji Tak Berizin

Persaingan bisnis travel agent untuk perjalanan umroh dan haji belum ada regulasi yang tegtas dari pemerintah. Sejumlah tour and travel agent untuk umroh dan haji mengakui cukup banyak sub agen yang bermunculan dan tidak berizin.

Dampaknya banyak konsumen yang dirugikan karena tidak ada pertanggungjawaban ketika terjadi miss communication antara sub travel agent dengan kastamer. Penyebabnya, pemerintah kurang mengawasi keberadaan sub agent sebagai kepanjangan tangan dari tour agent.

Direktur PT Masy’aril Haram Tours and Travel (Mastour), Imriti Yasin Al Rahbini, menyatakan, jika melihat tren pada tahun ini permintaan perjalanan haji-umroh meningkat dibandingkan tahun 2013.

Tetapi karena terganggu dengan keberadaan sub agent ini menyebabkan sedikit penurunan jumlah konsumen. Untuk segmen menengah kebawah memang turun, karena adanya sub agen-sub agen yang tidak berizin. Tetapi untuk segmen menengah keatas kita masih utuh,” tegasnya, saat dijumpai disela-sela pameran travel umroh-haji di JX, Rabu (15/10/2014).

Berdasarkan peraturan pemerintah, perusahaan penyelenggara perjalanan umroh dan haji diwajibkan mencantumkan nama dan izin usaha. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan ketika setiap jamaah berada di Tanah Suci.

“Kami minta masyarakat lebih cerdas, jangan mau atau mudah tergiur dengan harga murah,” tegasnya. Apalagi, jelas dia, perusahaan sub agen yang tidak punya izin tersebut juga belum memiliki bank garansi, sama dengan perusahaan yang mengantongi izin resmi.

Tahun ini, Mastour menagerkan bisa memberangkatkan jamaah sekitar 2.100, atau naik sekitar 10 persen dibanding realisasi tahun lalu. Dimana komposisi Jawa Timur dan Jawa Tengah menyumbang kontribusi terbesar masing-masing sekitar 30 persen, dan sisanya dari luar Jawa.

Mohamad Soleh, Deputi General Manager Isbir Tour.membenarkan bila regulasi dari pemerintah kurang tegas tentang penyelenggaraan umroh dan haji.

“Sub agen tidak bisa disalahkan, karena, memang regulasi dari pemerintah tidak tegas. Akibatnya, banyak sub agen bermunculan dan hilang tumbuh berganti,” kata Soleh. (wh)