Dikaji, Jalur Kereta Jakarta-Surabaya Dibangun Melayang

Dikaji; Jalur Kereta Jakarta-Surabaya Dibangun Melayang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengkaji pembangunan jalur  kereta Jakarta-Surabaya yang dibangun melayang atau elevated. Hal ini merupakan masukan dari beberapa pakar transportasi yang dilibatkan dalam proyek tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu kendala dalam pembangunan kereta Jakarta-Surabaya ini adalah banyaknya perlintasan sebidang yang menjadi titik temu antara jalur kereta dengan jalan raya. Berdasarkan survei, setidaknya diantara dua kota ini ada 988 perlintasan sebidang. “Ada dua pilihan, dengan membangun dan menghentikan perlintasan sebidang 988 buah. Tetapi suatu konsep kita bikin elevated tidak ada perlintasan sebidang,” ujar dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Menurut Budi, jika dibangun dengan konsep elevated, akan memungkinkan untuk  kereta Jakarta-Surabaya tersebut berkecepatan tinggi (high speed). “Kereta api dimungkinkan high speed. Kita kan sedang membangun infrastruktur jangka panjang. Katakan tadi diceritakan lintasan keretapa api 988 buat, itu yang besar-besar, tapi yang kecil-kecil ada yang jalan motor. Tapi kalau begitu kita elevated itu kan selesai semua,‎” kata dia.

Namun demikian, lanjut Budi, jika dibangun dengan elevated maka  ini memerlukan investasi yang lebih mahal. ‎Hal ini nantinya akan dibahas bersama dengan Jepang yang berminat terhadap proyek tersebut. “Tetapi biaya mahal. Makanya kita memberikan kesempatan ke Jepang sampaikan proposal itu. syukur-syukur bisa dilakukan swasta dan elevated lebih bagus itu‎,” tandas dia.  (lp6)