Diisukan Cawapres, Risma: Aku Nggak Ngerti Politik

Diisukan Cawapres, Risma: Aku Nggak Ngerti Politik

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menjadi bahan pergunjingan. Sempat diisukan mundur dari jabatannya sebagai wali kota, kali ini Risma dilirik beberapa pihak menjadi calon wakil presiden (cawapres). Mendengar itu, ia hanya tertawa. “Apa? Aduh, bikin susah,” ujarnya sambil menutup muka, Minggu (23/3/2014).

Perempuan alumnus jurusan Arsitektur ITS itu menegaskan, ia tak mengerti tentang politik. “Aku yo nggak ngerti politik,” katanya sambil tertawa kecil. Namun, Risma punya versi sendiri soal politik.

Risma mengungkapkan, tugasnya ialah membantu mempermudah urusan warga melalui kebijakan yang ia berlakukan. “Intinya gimana aku bisa membantu warga melalui alat kebijakan politik. Misalnya di pendidikan, bagaimana supaya semua bisa sekolah. Kita biayai semua,” tuturnya.

Begitu pula saat warga kebingungan saat mengurus Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS). “Saya kan, nggak bisa membatalkan Undang-Undang. Ya sudah, saya bantu warga mendapatkan itu. Saya permudah, dengan membuka Balai Kota untuk pendaftaran. Sabtu-Minggu kita layani,” paparnya. Menurutnya, itulah yang dimaksud dengan politik kebijakan.

Maka, Risma mengaku heran bila ada calon legislatif atau calon presiden yang berani melakukan money politics demi meraup suara banyak. “Kalau dia sudah berani membeli suara, berarti itu nggak bener. Apapun alasannya, jangan pernah memilih orang yang berani membeli suaranya. Pasti di belakangnya ada sesuatu,” cetusnya serius.

Ia melanjutkan, calon pemimpian yang melakukan politik uang, berarti ia tak siap kalah dan tak siap menderita. “Saya dulu (kampanye, Red) aja nggak punya uang,” tegasnya.(wh)