Dihadiah Penalti, Kapten Bremen Menolak

Dihadiah Penalti, Kapten Bremen Menolak

 

Sekali lagi pemandangan sportif dan terpuji lahir di lapangan sepakbola. Adalah kapten Werder Bremen, Aaron Hunt yang menjadi  bintangnya.   Hunt menolak hadiah penalti yang diberikan wasit  Manuel Grafa  saat Bremen bertanding melawan Nuremberg dalam lanjutan  Kompetisi Bundes Liga Jerman, Minggu (10/3/2014) dinihari.

Pada laga tersebut Bremen memiliki kesempatan membobol gawang Nuermberg saat mendapatkan hadiah penalti dimenit ke-75. Saat itu wasit Manuel Grafe menunjuk titik putih setelah Hunt dijatuhkan di kotak penalti. Kepada wasit Hunt mengaku terjatuh bukan karena dilanggar, oleh sebab itu ia menilai timnya tak layak mendapatkan penalti. Wasit pun akhirnya membatalkan penalti tersebut.

Pada laga tersebut Bremen sukses membawa tiga poin usai membenamkan Neurmberg dengan skor 2-0. Gol tersebut dicetak oleh  Franco Di Santi dan Philipp Bargfrede.

Tindakan Sportif adalah sesuatu yang cukup jarang terjadi dalam setiap olahraga. Namun begitu dilakukan, tindakan seperti itu tak akan mudah dilupakan.

Selain kasus di atas, masih ada beberapa aksi   terpuji dan sportif yang pernah terjadi di dunia sepakbola. Berikut beberapa tindakan sportif yang paling diingat sejauh ini :

1. Paolo Di Canio

West Ham tengah bermain imbang 1-1 melawan Everton di Premier League. Pertandingan sudah memasuki babak akhir dan The Hammers punya peluang mencetak gol lewat Paolo Di Canio yang mendapat umpan silang.

Namun Di Canio melihat kiper Everton Paul Gerrard terkapar di luar kotak penalti karena cedera. Lutut Gerrard terkilir ketika berusaha membuang bola beberapa saat sebelumnya.

Alih-alih menyundul bola ke gawang yang sudah kosong, Di Canio memilih untuk menangkap bola dengan tangannya. Pertandingan akhirnya berakhir imbang, tetapi kemudian Di Canio mendapatkan FIFA Fair Play Award.

2. Arsenal

Arsenal bermain melawan Sheffield Wednesday di Highbury dalam ajang Piala FA. Skor masih imbang 1-1 ketika kiper Sheffield Alan Kelly menendang bola keluar karena ada pemain yang cedera.

Gelandang Arsenal Ray Parlour melakukan lemparan ke dalam agar pertandingan bisa dilanjutkan. Bola diarahkan kepada kiper lawan namun Nwankwo Kanu menyerobot bola dan mengirim umpan kepada Marc Overmars yang kemudian mencetak gol. Kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Arsenal.

Tak ada peraturan tertulis yang dilanggar dalam kejadian ini, namun jelas perbuatan ini mencederai sportivitas. Arsenal, sebagai klub, menyadari kesalahan mereka dan berusaha memperbaiki keadaan.

Setelah pertandingan usai, Arsene Wenger dan David Dein menawarkan pertandingan diulang di markas Sheffield Wednesday. Tawaran itu diterima dan FA pun memberikan izin. Pada pertandingan ulang, Arsenal akhirnya unggul 2-1.

3. Ajax Amsterdam

Pertandingan antara Jong Ajax melawan Cambuur beberapa tahun silam menghadirkan contoh menyentuh mengenai sportivitas. dua tim ini terlibat insiden tidak sportif yang tidak disengaja.

Ada satu pemain Ajax yang tergeletak di lapangan karena cedera. Pertandingan pun dihentikan agar pemain itu bisa dirawat oleh tim medis.

Saat laga dilanjutkan, gelandang Ajax Jan Vertoghen muda melepas tendangan jarak jauh dengan maksud memberikan bola kepada kiper lawan. Secara mengejutkan, tendangan itu berbuah gol yang bersarang di pojok atas gawang Cambuur.

Respons Ajax sungguh luar biasa. Mereka mengizinkan Cambuur mencetak gol balasan tanpa dihalangi.

4. Robbie Fowler

Liverpool tengah memimpin 1-0 saat melawan Arsenal di Higbury ketika Robbie Fowler terjatuh di kotak penalti The Gunners. Ia terjatuh setelah bertarung dengan kiper Arsenal David Seaman.

Wasit Gerald Ashby menunjuk titik putih karena menganggap Fowler dilanggar Seaman. Secara mengejutkan, Fowler mendatangi wasit dan menjelaskan bahwa dirinya jatuh tanpa tersentuh dan tak ada pelanggaran.

Meski telah berupaya keras memprotes, usaha Fowler meyakinkan wasit untuk tidak memberi penalti tetap tak berhasil. Akhirnya Fowler sendiri yang mengambil tendangan penalti itu.

Tendangan Fowler berhasil dimentahkan Seaman tetapi bola rebound berhasil ditendang masuk oleh pemain Liverpool lainnya, Jason McAteer.

5. Costin Lazar

Jarang sekali pecinta sepakbola melihat ada pemain yang menolak mendapat hadiah penalti. Namun pengecualian terjadi setelah pemain Rapid Bucharest Costin Lazar menolak penalti.

Wasit menghadiahkan penalti setelah menganggap terjadi pelanggaran dalam kotak penalti lawan. Namun Lazar segera mendatangi wasit dan mengatakan dirinya tidak dilanggar.  Usaha Lazar berhasil dan wasit membatalkan tendangan penalti itu.

Rapid tetap memenangkan pertandingan saat itu. Tetapi bisa dipastikan bahwa mereka mendapatkan kemenangan itu dengan bersih, tanpa kecurangan. (ram)