Digitalisasi 8 Juta Pelaku UKM, Mungkinkah?

Digitalisasi 8 Juta Pelaku UKM, Mungkinkah?

Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Samuel A. Pangerapan

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) miliki target ambisius. Kementerian yang dipimpin Rudiantara ini mematok target akan membawa 8 juta pelaku UKM go online pada 2020, atau tiga tahun ke depan.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Samuel A. Pangerapan memaparkan, dengan memanfaatkan platform digital, pelaku UKM bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, sehingga pendapatannya akan meningkat. “Saat ini kami sedang mendata UKM mana saja yang bisa dikembangkan untuk go online. Kami juga berkoordinasi dengan lintas kementerian untuk pendataan tersebut,” ungkap Samuel A. Pangerapan. Jumat (24/2/2017).

8 juta pelaku UKM tersebut nantinya diharapkan bisa memberi kontribusi yang lebih besar pada industri e-Commerce. Karena meski pun pertumbuhan industri e-Commerce di Indonesia semakin pesat, bahkan disebut-sebut akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional, namun produk-produk lokal belum bisa berbicara banyak.

Samuel memaparkan, pada 2015 lalu, total transaksi dari industri e-Commerce mencapai sekitar Rp 200 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi produk lokal hanya 5 persen saja. “Kajian untuk tahun 2016 belum rampung. Tapi kalau melihat data tahun 2015, kontribusi produk lokal baru 5 persen, masih sangat sedikit. Perlu pembinaan yang lebih intensif agar produk-produk lokal dari pelaku UKM tersebut layak dijual secara online,” tutur Samuel.

Ambisi besar pemerintah ini, layak diacungi jempol. Hanya saja, perlu kerja keras  dan kesungguhan untuk merealisasi di lapangan. Pasalnya,  bukan perkara mudah membawa UKM agar melek digital. Kesadaran ini penting, Bahkan bisa menjadi fundamen bagi pelaku UKM agar bisa eksis di dunia online.