Diet Mediterania Lindungi Jantung Dan Cegah Diabetes

Diet Mediterania Lindungi Jantung Dan Cegah Diabetes

Selama ini, diet identik dengan makanan tanpa lemak dan pembatasan makanan yang menyiksa. Tapi, pernahkah terbayang diet tanpa mengurangi kalori? Kalau belum, inilah jawabannya: Diet Mediterania. Menurut sebuah studi, diet ala Mediterania ini mampu melindungi orang yang berisiko tinggi penyakit jantung. Ditambah lagi, ekstra virgin minyak zaitunnya mencegah diabetes.

Para peneliti menganalisis data pada lebih dari 3.500 orang. Risiko penyakit jantung lalu ditemukan sekitar 30 persen lebih rendah pada orang-orang yang menjalani diet Mediterania. Bahkan selama 4 tahun ke depan terlindungi dari serangan diabetes, bila dibandingkan dengan mereka yang menjalankan diet secara umum, yakni diet rendah lemak.

“Uji klinis acak menunjukkan, bahwa selama ini banyak sekali promosi yang mengatakan penurunan berat badan dapat mengurangi timbulnya diabetes tipe 2,” ucap Dr Jordi Salas-Salvadi kepada Reuters Health, Selasa (7/1/2014). Bagaimanapun, lanjutnya, penemuan diet ala Mediterania tersebut belum mendapatkan perhatian dan evaluasi lebih lanjut oleh para ahli.

Salas-Salvado ialah penulis utama penelitian dan seorang profesor nutrisi di Rovira i Virgili University. Kepala Departemen Gizi di Spanyol itu kemudian melakukan studi lain bersama beberapa rekannya. Isinya ialah menyarankan diet Mediterania karena dapat melindungi terhadap diabetes.

Diet Mediterania umumnya menganjurkan sayuran, biji-bijian kaya serat, kacang-kacangan, dan ikan. Serta sumber nabati lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan. Golongan tersebut rendah daging merah dan susu tinggi lemak.

Selain disebut-sebut sebagai bermanfaat bagi orang dengan penyakit jantung, diet Mediterania diyakini memiliki komponen yang mengurangi peradangan di seluruh tubuh. “Diet ini pun memiliki beberapa ke pengaruh baik terhadap diabetes,” imbuhnya.

Diabetes tipe 2 ialah ketika sel-sel tubuh resisten terhadap insulin atau tubuh tidak membuat cukup hormon. Sehingga glukosa tetap larut dalam aliran darah dan bisa membahayakan. Insulin memberikan glukosa akses ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Studi baru itu diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine. Para peneliti menggunakan data dari percobaan yang sudah ada untuk membandingkan efektivitas antara gaya diet Mediterania dengan diet rendah lemak.

Antara 2003 dan 2009, sejumlah 3.541 orang Spanyol pada rentang usia 55-80 dimasukkan dalam daftar. Tak satu pun dari peserta memiliki diabetes pada awal tes, namun semua memiliki faktor risiko penyakit jantun. Termasuk mereka yang merokok, memiliki kelebihan berat badan dan kolesterol tinggi.

Para peserta lantas secara acak ditugaskan untuk mengadopsi salah satu dari tiga diet. Salah satunya ialah diet Mediterania. Kelompok lain diberi diet Mediterania yang menggunakan campuran kacang sebagai sumber utama lemak tak jenuh. Sedangkan diet ketiga menekankan pada pengurangan semua konsumsi lemak.

Setelah sekitar empat tahun, 273 peserta telah mengidap diabetes. Di antaranya 6,9 persen berasal dari kelompok peserta minyak zaitun extra-virgin, 7,4 persen dari kelompok kacang campuran, dan 8,8 persen dari kelompok rendah lemak.

Para peneliti mengingatkan bahwa perbedaan dalam kasus diabetes di kalangan orang-orang di kelompok kacang campuran dan diet rendah lemak, mungkin karena kebetulan. Mereka tidak bisa menjelaskan mengapa diet kacang campuran tidak menunjukkan manfaat yang sama dengan diet minyak zaitun extra-virgin.

Tapi Salas-Salvado mengatakan, perbedaan antara kedua diet  tersebut bisa jadi kebetulan. Karena keduanya memiliki asam lemak tak jenuh tambahan yang berkaitan dengan berkurangnya risiko diabetes.

Dia mengatakan, mengurangi kalori sambil mengadopsi pola makan gaya Mediterania kemungkinan menurunkan risiko-risiko itu lebih jauh.

“Manfaat ini telah diamati pada peserta antara tua usia 55-80 tahun yang berisiko kardiovaskular tinggi,” katanya. Oleh karena itu, pesannya, tak ada kata terlambat untuk beralih ke pola makan yang sehat seperti diet Mediterania.(wh)