Diduga Suspect MERS CoV, ABK China Diisolasi di RSUD Dr Soetomo

Antisipasi Virus MERS, Jatim Siapkan 4 Rumah Sakit

Anak Buah Kapal (ABK) asal China bernama Di Jian Lie, sudah tiga hari dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya. Tim dokter memeriksa Lie secara intensif untuk mengetahui apakah ABK MV Nova Scotian Express itu terserang virus Middle East Respiratory Symptom Coronavirus (MERS CoV) atau tidak. Lie ditempatkan di ruang isolasi. “Masuknya Selasa, (16/6) siang. Tapi pengambilan lendir dari hidung dan tenggorokan (swap) baru dilakukan Rabu, (17/6). Swap dilakukan tiga hari berturut-turut,” ujar Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Anondo MPH.

Perlakuan tersebut menurut Dodo sesuai standar operasional prosedur (SOP) pada pasisen yang diduga suspect MERS CoV dan ia meminta agar tidak terlalu dibesar-besarkan. Ia mengaku timnya sudah biasa menangani penyakit tersebut. “Jadi pasien ini masih kita teliti sehingga masyarakat tak perlu terlalu khawatir,” ujar Dodo.

Pasien tetap diberi obat-obatan seperti obat panas jika suhu tubuh pasien terindikasi meningkat. RSUD dr Soetomo menerima Lie dari dari Port Health Center (PHC) Tanjung Perak, Surabaya. Sebelumnya Lie berada di Pelabuhan Tanjung Perak karena kapalnya bersandar untuk melakukan bongkar muat jagung curah di Dermaga Berlian.

Kondisi Lie yang terkena demam mirip dengan gejala MERS CoV. Ia berasal dari China dan masuk lewat Hongkong menumpang pesawat dan turun di Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (16/6). Hal ini menurut Humas Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Abdul Wahab Wijanarko. Wahab mengatakan, setelah menginap beberapa jam di kapal, Di Jian Lie mengalami demam. Suhu tubuhnya tinggi hingga 38-39 derajat Celcius.

Laporan itu segera disampaikan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak dan selanjutnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo guna memperoleh penanganan perawatan lebih lanjut. Kapal MV NSE sendiri ditunda keberangkatannya dan diminta menaruh jangkar di perairan Karang Jamuang, pintu keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Dodo, Di Jian Lie merupakan pasien pertama suspect MERS CoV. Jika hasil penelitian laboratorium yang dijadwalkan baru diketahui, Jumat (19/6) hari ini, menunjukkan negatif, maka pasien akan sesegera mungkin dipulangkan. (bst)