Diduga Mata-Mata, Dua Wartawan Prancis Ditangkap di Papua

Diduga Mata-Mata, Dua Wartawan Prancis Ditangkap di Papua
foro:tabloidjubi

Kepolisian Daerah (Polda) Papua masih menahan dua jurnalis asal Prancis yang ditangkap sepekna silam. Menurut Kepala Polda Papua, Brigjen Pol Yotje Mende, polisi menduga keduanya sebagai mata-mata.

“Ada kecurigaan mereka melakukan mata-mata,” kata Yotje ditemui di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2014).

Kecurigaan muncul lantaran Thomas Charles Tendeis (40) dan Valentine Burrot (29) berada di lokasi kelompok bersenjata yang sedang dipantau kepolisian. “Seperti yang kita tangkap di Wamena. Itu ada dua anggota yang hubungan dengan Enden Wanimbo (pimpinan kelompok bersenjata di Papua). Mereka di situ sedang diskusi. Kemudian kita tangkap,” tuturnya.

Polisi juga menyita komputer jinjing milik dua jurnalis TV Arte itu. Polisi tengah menelisik informasi dalam komputer jinjing tersebut. Namun beberapa data, kata Kapolda, sudah dihapus kedua jurnalis tersebut.

Sementara itu, polisi sudah menetapkan keduanya melanggar aturan keimigrasian. Keduanya menggunakan visa turis untuk melakukan kegiatan jurnalistik di Papua.

“Jadi jelas itu pelanggaran hukum. Kita berupaya bekerja sama dengan kejaksaan tinggi dan imigrasi. Sekarang mereka masih kita tahan di Polda,” ujarnya. Yotje pun mengatakan keduanya diancam pasal berlapis, untuk tindak pidana umum dan tindak pidana khusus keimigrasian. (mtr/ram)