Dicalonkan Wali Kota Surabaya, Ini Jawaban Ahmad Dhani

Dicalonkan Wali Kota Surabaya, Ini Jawaban Ahmad Dhani
Ahmad Dhani Prasetyo

Nama Ahmad Dhani Prasetyo yang masuk bursa pemilihan wali kota 2015 terus menggelinding. Dhani yang namanya dimunculkan DPC Partai Gerindra Surabaya, disebut-sebut punya reputasi dan kapabilitas untuk maju jadi calon wali kota.

Dikatakan A. Hermas Thony, ketua Penjaringan Wali Kota Surabaya Partai Gerindra, nama Dhani mencuat dari keinginan kalangan muda. “Dhani punya kemampuan. Ia seorang musisi yang cerdas dan sangat berbakat menjadi pemimpin,” puji dia, Senin (9/3/2015).

Thony mengakui sudah berbincang dengan Ahmad Dhani. “Ya, intinya suda  ada komunikasi. Selebihnya, ya kita lihat saja nanti,” ucap mantan anggota DPRD Surabaya periode 2004-2019 ini, lalu tersenyum

Menanggapi itu,  musisi papan atas Indonesia mengaku belum memutuskan sikap menerima atau menolak niat Partai Gerindra yang maju dalam pilkada kota itu pada Desember 2015.

Dhani, yang juga pentolan grup band Dewa 19, berterus terang harus mendapatkan restu dari sedikitnya tiga orang, antara lain, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siroj.

Dia mengaku memang telah dihubungi Partai Gerindra Surabaya tentang pencalonan itu tetapi Prabowo sebagai pemimpin tertinggi belum pernah menanyainya. Begitu juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

“Beberapa hari lalu saya bertemu Pak Prabowo dan Pak Hashim tapi belum ngomongin itu. Jadi saya belum memutuskan,” kata Dhani.

Restu kedua, kata Dhani, adalah dari Muhaimin Iskandar. Dia menegaskan bahwa sampai sekarang masih menjadi simpatisan PKB sehingga keputusan politik apa pun harus melibatkan partai itu. Muhaimin adalah otoritas tertinggi di PKB dan karenanya harus seizin sang Ketua Umum.

Masyarakat pun, katanya, sudah mengetahui bahwa dia sangat akrab dengan PKB maupun Muhaimin. Lagi pula, sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai pencalonan Wali Kota itu. Dhani juga mengaku belum mengetahui sikap Muhaimin.

“Enggak enak juga kalau Cak Imin atau PKB punya calon lain,” katanya.

Dhani secara khusus menyebut Prabowo dan Hashim sebagai paman. Sedangkan Muhaimin adalah kakak. “Pak Prabowo dan Pak Hashim itu om-om saya. Cak Imin sudah saya anggap sebagai kakak sendiri,” katanya.

Restu ketiga, Dhani menambahkan, ialah dari Said Aqil Siroj. Dia mengaku sangat menghormati Said Aqil sebagai pemimpin tertinggi di NU, selain juga sebagai ulama.

“Saya ini (kader) NU, lho. Resmi. Beneran. Jadi, ya, tergantung Kiai Said (panggilan Said Aqil Siroj) juga,” cetus arek Suroboyo itu.

Pemimpin Republik Cinta Managemen itu membeberkan pula bahwa dia sekarang menjabat pengurus Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), organisasi di bawah naungan NU. Secara etika dan aturan organisasi, Dhani harus menghormati pimpinan.

“Ini keputusan pribadi. Tapi saya harus menghormati hirarki (organisasi),” katanya. (via/wh)