Dibanding ISIS, CIA Sebut Kelompok Ini Lebih Berbahaya

 

Dibanding ISIS, CIA Sebut Kelompok Ini Lebih Berbahaya

Sejumah pakar intelijen Amerika Serikat (AS) mewanti-wanti pemerintahan Barack Obama untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman kelompok militan yang berasal dari Suriah. Namun yang dimaksudkan mereka bukanlah ISIS, tapi Khorasan.

Sebelumnya, pemerintahan Obama berkali-kali menyatakan ISIS tidak memberikan ancaman langsung pada AS, namun hal itu sepertinya akan berubah. Senin (23/9/2014), Juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani meminta pasukannya untuk membunuh warga negara AS dan Prancis dimanapun mereka temui.

Sementara itu menurut Direktur CIA, James Clapper, Khorasan dinilai lebih berpotensi menghadirkan ancaman langsung di dalam negeri AS. “Dalam hal ancaman terhadap negara kami, Khorasan lebih berbahaya dibandingkan ISIS,” jelasnya, Rabu (24/9/2014).

Khorasan dipimpin oleh Muhsin al-Fadhli, yang menurut CIA mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Osama bin Laden. Khorasan merupakan sempalan dari al-Qaeda di Suriah dan merupakan kelompok militan yang gerakannya paling rahasia dan tersembuyi selama perang sipil di Suriah.

Berbeda dengan kelompok pemberontak Suriah lainnya yang ingin menggulingkan Presiden Bashar Assad, baik ISIS maupun Khorasan lebih memilih diam dan sepi dari pemberitaan selama perang sipil berlangsung. Satu hal yang mengemuka ketika kedua kelompok tersebut menjadi berita adalah keterkaitannya dengan pakar “bombmaker” asal Yaman Ibrahim al-Asiri. Asiri diyakini menjadi otak pembuatan bom yang disimpan dalam celana dalam Farouk Abdulmutallab yang gagal meledak dalam pesawat pada 25 Desember 2009.

Pusat kegiatan dan komando Khorasan diyakini berpusat di Suriah. Pemimpinnya, al-Fadhli, yang merupakan warga negara Kuwait saat ini tinggal di Iran untuk memimpin cabang al-Qaeda di negara tersebut setelah pemimpin sebelumnya Yasin al-Suri ditahan. Namun berita lainnya menyatakan, setelah al-Suri dibebaskan dan mengambil alih komando al-Qaeda Iran, al-Fadhli dibebastugaskan dan diminta kembali ke Suriah.

Intelijen dan pakar terorisme menjelaskan Khorasan dibentuk oleh anggota al-Qaeda dari Timur Tengah hingga Eropa. Sebagian besar anggotanya berasal dari Afganistan, Yaman, dan Suriah. Namun mereka juga lihai merekrut anggotanya yang berasal dari Eropa dan Amerika untuk bersama-sama berperang melawan AS dan sekutunya.

Khorasan berasal dari nama provinsi kuno yang terletak sebelah utara Persia. Sesuai namanya, Khorasan dibentuk untuk mendirikan negara dan wilayah yang berdaulat sendiri. Wilayahnya terbentang meliputi Afganistan, Iran sebelah timur, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Menurut anggotanya, di wilayah itulah mereka bisa mengalahkan musuh-musuhnya.

Lalu mengapa Khorasan disebut lebih membahayakan AS ketimbang ISIS? Khorasan dikirim ke Suriah oleh pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri. Ia melihat peluang sangat besar untuk merekrut “orang bule” menjadi anggotanya. Orang-orang barat ini akan dijadikan “senjata” ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing. Khorasan juga dikabarkan menjalin kerja sama dengan kelompok Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah, untuk pelatihan membuat bom. Al-Fadhli menyatakan orang-orang bule tersebut dilatih secara khusus untuk melaksanakan teror di negara-negara barat. Titik utama penyerangannya adalah sarana transportasi umum seperti kereta api dan pesawat. Hal inilah yang dinilai intelijen AS, jika Khorasan lebih berbahaya ketimbang ISIS yang hanya “bermain” di wilayah Irak dan Suriah. (bst/ram)