Dibanding China, Masyarakat Indonesia Kurang Melek Industri Keuangan

 

Dibanding China, Masyarakat Indonesia Kurang Melek Industri Keuangan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemahaman masyarakat Indonesia pada industri keuangan, seperti perbankan, pasar modal, lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dan lainnya masih sangat minim. Kondisi ini sangat berbanding jauh dengan kehidupan masyarakat China.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengungkapkan, kontribusi masyarakat dalam membiayai pembangunan Indonesia masih rendah. Padahal proyek-proyek infrastruktur membutuhkan dana jangka panjang yang bisa diraup dari masyarakat.

“Masyarakat kita kurang melek industri keuangan, seperti pemahaman apa itu perbankan, pasar modal, perusahaan asuransi, dan lainnya. Cuma 22 persen dari total penduduk kita yang paham apa itu bank. Padahal masyarakat bisa terlibat dalam pembangunan dengan menaruh uang dalam bentuk surat-surat berharga dan diperjualbelikan di pasar modal,” jelas Muliaman dalam acara Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan MP3EI di JCC, Senayan, Rabu (3/9/2014).

Dengan minimnya pemahaman tersebut, sambung dia, basis investor ritel lokal di pasar modal belum beranjak dari angka sekitar  lebih dari 400 ribu. Dibanding total penduduk Indonesia, angka itu masih sangat kecil prosentasenya.

“Supir taksi di China saja sambil menunggu penumpang, memanfaatkan ponselnya untuk mengecek harga saham. Artinya sudah begitu dalam pemahaman mereka tentang industri keuangan. Sedangkan kita belum sampai ke situ,” ujarnya.

Muliaman menambahkan, jumlah perusahaan yang terdaftar di pasar modal pun tergolong sedikit kurang dari 500 perusahaan. Sementara keberadaan perusahaan menengah di Indonesia, lanjutnya, sebanyak lebih dari 10 ribu perusahaan.

“Kalau bisa 10 persennya saja masuk pasar modal, ini akan sangat membantu pemenuhan dana jangka panjang yang dibutuhkan pembangunan kita. Makanya sosialisasi ke CEO, pelaku usaha dan masyarakat menjadi suatu keharusan untuk menggenjot dana jangka panjang dari mereka semua,” harap dia. (Fik/Gdn)