Diah Cookies Beber Rahasia Bisnis di Festival Ekonomi Syariah

Diah Cookies Beber Rahasia Bisnis di Festival Ekonomi Syariah

Diah Arfianti (kanan) di Festival Ekonomi Syariah.foto:ist

Menjadi pelaku usaha tangguh butuh proses panjang. Tidak bisa instan atau seperti membalik telapak tangan.  Selain itu, pelaku usaha harus punya visi dan misi yang terukur agar bisnis yang dijalankan tidak ngawur.

“Harus mau mengikuti prosesnya. Saya menjalaninya bertahun-tahun,” ujar Diah Arfianti, pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya yang sukses melambungkan bisnis kue kering dengan brand Diah Cookies, saat menjadi narasumber Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia di Grand City Mall, Jumat (8/11/2019).

Diah Arfianti menjadi satu-satunya pelaku usaha Surabaya yang diundang menjadi pembicara acara itu. Beberapa pembicara papan atas lain juga hadir, di antaranya Arumi Bachsin (artis), Ben Kasyafani, (aktor), Adrian Maulana (artis), Arie Untung (presenter), Dewi Hughes (presenter), dan Kiki Aishwara (Putri Pariwisata Jatim 2009). Fesyar juga dimeriahkan penampilan Gigi.

Diah memulai bisnis kue kering sejak 2011. Awalnya, dia berpikir keras mengubah image jika kue kering cuma bisa dinikmati di momen Lebaran. Dan setelah melakukan upaya kreatif, termasuk menggunakan instrumen media sosial, Diah bisa merasakan hasilnya. Banyak orang mau membeli kue keringnya untuk cemilan.

“Tiap hari saya produksi kue kering. Alhamdulillah, tiap hari ada saja yang pesan kue kering,” tutur perempuan berjilbab ini.

Penjualan kue kering Diah Cookies hingga sekarang terus membaik. Yang terbesar melalui pemasaran online. Diah sangat terbantu dengan memanfaatkan teknologi. Jika sebelumnya omzet pejualan konvensional paling besar, sekarang 70 persen produknya laku terjual via online. Terbanyak melalui Facebook dan Instagram.

Dalam acara itu, Diah sempat ditanya soal kue keringnya dijual di dalam pesawat Citilink. Kata Diah, hal itu berkah karena dia ikut program Pahlawan Ekonomi. Program pemberdayaan ekonomi perempuan yang digagas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sejak 2010.

Dari Pahlawan Ekonomi, nastar Diah Cookies terpilih menjadi satu dari empat cemilan yang dijual di dalam pesawat Citilink. “Nah, PE (Pahlawan Ekonomi) yang  bekerja sama dengan Citilink untuk membantu para UKM dari segi pemasaran,” tutur Diah

Dalam acara tersebut, Diah juga menegaskan pentingnya kehalalan. Menurutnya, kehalalan membuat pembeli bisa tenang dan nyaman. Terutama pembeli yang muslim.

“Ini juga untuk ketenangan pribadi saya. Karena menjual sesuatu yang sudah jelas kehalalannya,” ucap perempuan kelahiran Surabaya, 17 Juli 1978, itu.

Terkait label halal itu, Diah Cookies telah mendapatkannya. Melalui bantuan Pemerintah Kota Surabaya, pelaku UKM mendapat kemudahan pengurusan label halal. Termasuk mendapat previledge dalam soal pembiayaan.

Sebagai pebisnis dan ibu tiga orang anak, Diah mengaku tetap menomorsatukan keluarga. “Harus punya skala prioritas. Keluarga tetap yang utama. Itulah kenapa saya sudah mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada pegawai. Jadi manajemen waktunya bisa diatur,” tutur Diah yang merekrut 21 orang membantu bisnis kue keringnya. (wh)

Berikan komentar disini