Dermaga Mirah Disiapkan Terminal Ro Ro

Dermaga Mirah Disiapkan Terminal Ro Ro

 

Belum berjalannya program short sea shipping (pelayaran jarak pendek) direspons PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dengan menyiapkan Dermaga Mirah sebagai terminal barang. Short sea Shipping ini sekaligus untuk mengantisipasi intra Asia shipping yang diperkirakan pertumbuhannya melewat.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia III Husein Latief menyebut Termina Mirah disiapkan untuk menerima lonjakan pengiriman barang non petikemas. Hal ini sudah sesuai dengan program klasterisasi yang dilakukan Pelindo III, tahun lalu.

“Pertumbuhannya saat ini sudah mencapai 16 persen untuk angkutan short sea shipping ini. Jadi memang harus kita antisipasi mulai sekarang, sambil melihat perkembangan hingga akhir tahun nani,” terang Husein Latief.

Short sea shipping atau coastal shipping ini sebetulnya sudah dipaparkan pemerintah pada akhir 2012. Tetapi kendala yang dihadapi shipping line (perusahaan pelayaran) adalah ketersediaan sarana dan prasaran. Pun dengan masalah penggunaan bahan bakar subsidi dan non subsidi.

Husein juga menyoroti masalah penggunaan BBM yang masih bersubsidi dan menyebabkan short sea shipping belum jalan. “Kalau infrastruktur tidak harus seperti terminal barang. Short sea shipping ini terkendala dengan penerapan BBM bersubsidi. Katakanlah solar non subsidi Rp 4.500, sedangkan solar bersubsidi Rp 9.500, jadi masih ada margin harga,” urainya.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menegaskan, penyiapan infrastruktur di Mirah untuk short sea shipping bukan mendesak. “Infrastruktur untuk short sea shipping itu sederhana, karena tidak butuh peralatan bongkar muat seperti terminal barang dan tidak butuh penguatan dermaga,” ungkapnya.

Terminal Mirah saat ini melayani petikemas domestik dan nantinya semua petikemas domestik akan digeser ke Terminal Berlian, Nilam Timur, dan Terminal Petikemas Surabaya. Sementara program ke depan, Mirah juga dijadikan Terminal General Cargo.

Short sea shipping, jelas Edi, adalah oeprasional pengiriman distgribusi logistik melalui kapal roll on roll off (ro ro). Sebab kapal ro ro ini mampu mengangkut berbagai jenis kendaraan bermotor.

Kapal ro ro sering mengangkut truk pemuat logistik non petikemas antar pulau. Mayoritas muatannya kebutuhan rumah tangga mulai dari holtikultura, barang kelontong, hingga kebutuhan konstruksi.

Pelindo III tidak akan menggeser terminal ro ro yang selama ini di Kade Perak. “Saya kira tidak perlu dipindahkan semua ke Mirah, karena jumlah kapal ro ro juga tidak terlalu banyak,” tutupnya. (wh)