Dermaga Berlian Siap Beroperasi 24 Jam

Dermaga Berlian Siap Beroperasi 24 Jam

Direktur Utama PT Berlian Jasa Terminal Indonesia Putut Sri Muljanto berjanji meningkatkan produktivitas bongkar muat di Terminal Berlian Pelabuhan Tanjung Perak. Salah satunya dengan memanfaatkan celah-celah yang masih memungkinkan untuk diperbaiki. Celah yang akan diperbaiki adalah jam istirahat yang tak terpakai sekitar 18 persen.

“Oleh karena itu untuk memangkas 18 persen waktu yang tak terpakai, kami mengusulkan kepada para pengguna jasa (perusahaan pelayaraan) dan mitra kerja untuk mendukung penerapan pengoperasian bongkar muat di Berlian dengan sistem operasi 24 Jam nonstop,” jelas Putut.

Hal ini mendapat dukungan dari Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak I Nyoman Gde Saputra turut mengapresiasi usulan tersebut. Usulan ini diharapkan meningkatkan kinerja dan produktivitas bongkar muat, selain itu juga mengurangi jumlah antrian kapal di Terminal Berlian.

“Terlebih Pelabuhan Tanjung Perak telah di state sebagai pelabuhan yang beroperasi 24 Jam, namun juga perlu dipertimbangkan dan tidak boleh mengesampingkan hak-hak pekerja,” ujar Nyoman.

Senada dengan Nyoman, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Chris P. Wanda turut mendukung pelaksanaan pengamanan pelabuhan. Pihaknya juga meminmta BJTI untuk melayani dengan baik semua pengguna jasa yang berkegiatan di Terminal Berlian.

Para pengguna jasa menyambut usulan tersebut. Diantaranya shipping line yang hadir dalam acara HUT ke-12 PT BJTI yang dikemas “urung rembug noto Terminal Berlian”. Beberapa perusahaan pelayaran juga menyampaikan saran demi kebaikan dan kelancaran bersama.

Kepala Cabang PT Samudera Shipping Service (SSS) Yudiarto, menyambut baik sistem kerja pola 24 jam non stop tersebut. Shipping line memberi masukan yang perlu disampaikan dalam sistem dan prosedur, planning penumpukan dan keselamatan.

Sedangkan Slamet Raharjo dari Pelayaran PT Meratus tidak ketinggalan turut menyampaikan pendapat bahwa produktivitas pada kegiatan shift – III harus dioptimalkan, serta pemecahan kendala pandu dan tunda kapal yang selama ini masih terjadi.

Ketua I Koperasi TKBM “Usaha Karya” Pelabuhan Tanjung Perak Ahmad Kholiq turut menyampaikan komentarnya juga bahwa TKBM Koperasi Usaha Karya sudah siap bekerja selama 24 jam non stop di Terminal Berlian.

Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto menjelaskan lebih rinci beberapa poin kesepakatan dalam acara “urung rembug noto Terminal Berlian” di Pelabuhan Tanjung Perak diantaranya : penegasan pengoperasian Terminal Berlian 24 (dua puluh empat) jam non stop yang rencananya akan diberlakukan terhitung 1 Maret 2014. Mulai dari kesiapan lapangan penumpukan/depo petikemas, peralatan dan perlengkapan bongkar/muat di Terminal Berlian maupun di Depo Petikemas, personil / tenaga kerja, operator (alat angkat dan angkut), tally dan TKBM siap kerja selama 24 (dua puluh empat) jam non stop. Personil/tenaga kerja, operator, tally dan TKBM pengganti harus telah siap 30 (tiga puluh) menit sebelum pengganti shift di tempat kerja masing-masing dengan melakukan absen finger scan pada lokasi mesin presensi yang telah disediakan.

“Pengaturan jadwal kerja, istirahat maupun ibadah akan dilaksanakan bergantian untuk tetap mendukung operasi Terminal Berlian serta kesiapan petugas Pandu dan Operator Sarana Bantu Pelayanan Pemanduan (SBPP) untuk mendukung Operasi Terminal Berlian 24 (dua puluh empat) jam non stop”, rinci Edi.

Edi Priyanto lebih lanjut mengemukakan bahwa Terminal Berlian sendiri merupakan salah satu terminal di Pelabuhan Tanjung Perak yang sedang dispesialisasikan (cluster) yaitu menjadi khusus terminal petikemas.

Berdasarkan data produksi petikemas selama 4 tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan, apabila pada tahun 2010 hanya 829.549 TEU’s, pada tahun 2011 sempat turun menjadi 794.764 TEU’s, namun terjadi peningkatan kembali pada tahun 2012 yaitu tercatat 909.201 TEU’s. Pada tahun 2013 lalu produksi bongkar muat petikemas di Terminal Berlian telah menembus angka 1 juta TEU’s atau tepatnya 1.157.274 TEU’s. Capaian tersebut berkontribusi melayani bongkar muat petikemas sebesar 36,3% dari total produksi petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tahun 2013 yang telah mencapai 3,1 juta TEU’s.(wh)