Deretan Bintang Lapangan yang Gagal ke Piala Dunia

 

Deretan Bintang Lapangan yang Gagal ke Piala Dunia

Kompetisi sepakbola di negara-negara Eropa sudah berakhir. Beberapa juara sudah diketahui. Hanya tinggal di La Liga Spanyol yang akan segera diketahui siapa juaranya  pada pekan ini.  Seiring dengan itu, perhatian publik bola dunia dialihkan ke perhelatan akbar Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil, Juni nanti. Tak hanya penggemar, even empat tahunan ini juga banyak disambut dag dig oleh para bintang sepakbola dunia. Mereka akan menyambut dengan suka cita bila namanya dipanggil  sang pelatih untuk membela negara. Sebaliknya, bila namanya  tak masuk skuad padahal merasa miliki kemampuan yang hebat.

Berikut adalah beberapa nama yang mengalami nasib seperti itu. Di antaranya Samir Nasri (Prancis), Ashley Cole (Inggris), Philippe Coutinho (Portugal), Alvaro Arbeloa (Spanyol), Isco, dan Carlos Tevez (Argentina) merupakan pemain-pemain yang kurang beruntung karena tak bisa ambil bagian dari sejarah perhelatan sepakbola terakbar di negeri samba tahun ini.

Berbagai pendapat dikemukakan oleh para pelatih soal keputusan mengabaikan para pemain tersebut. Didier Deschamps selaku arsitek timnas Prancis bahkan memiliki alasan tersendiri hingga mencoret Nasri, malah dia mengabaikan andil besar pemain 26 tahun itu dalam membawa Manchester City merengkuh gelar juara Premier League musim ini.

Pastinya, tak masuknya Nasri akan menimbulkan pro dan kontra. Terlebih, pemain yang memulai debut internasionalnya pada 2006 itu, sudah mengemas 41 caps dan menyumbangkan 5 gol buat Les Bleus.

Namun, Deschamps menilai Nasri tak bisa membela Prancis pada Juni mendatang. Deschamps sadar bahwa Nasri takkan mau dijadikan pemain pelapis, terlebih sang pelatih sudah memiliki konsep tim sendiri. “Samir (Nasri) adalah pemain penting untuk Manchester City. Tetapi, dia tidak bisa tampil baik bersama timnas Prancis,” ujar Deschamps.

“Dia jadi starter di City, di mana itu tidak terjadi di timnas Prancis. Dan, dia sudah sangat tahu bahwa dia tidak senang jika tidak starter. Dan saya bisa bilang kepada Anda bahwa hal-hal itu wajar terjadi. Saya membangun skuat terbaik dan bukan memilih 23 pemain terbaik Prancis,” sambungnya.

Di timnas Inggris, Ashley Cole jadi yang tersisih. Hodgson menyatakan alasan mencoret bek kiri Chelsea tersebut, tak lain karena Cole dinilai bukan tipe pemain pelapis. Maka dari itu, dia memilih Leighton Baines untuk mengisi posisi tersebut dan Luke Shaw sebagai pelapisnya.

“Saya sudah pernah mendengar hal seperti ini, ‘Bagaimana jika Leighton Baines mendapat cedera, bukankah Cole akan jadi solusi tepat?’ Dan tentu saja jawabannya ya, tanpa diragukan,” jelas Hodgson.

“Tetapi, Cole bukanlah pemain pelapis. Cole adalah tipe pemain utama. Ketika saya memutuskan Baines mungkin akan jadi pemain utama, kemudian saya memutuskan yang berikutnya bukanlah Cole melainkan Luke Shaw,” sambungnya.

Untuk Tevez, sejak awal penyerang Juventus itu memang sudah diperkirakan tidak masuk dalam skuad timnas Argentina. Pasalnya, semenjak tim tango ditangani pelatih Alejandro Sabela, bomber berjuluk Fuerte Apache tak lagi dipercaya mengenakan kostum Albiceleste.

Yang menarik adalah nasib Arbeloa. Menjadi pilar timnas Spanyol sejak merengkuh Piala Eropa 2008, dia sekarang malah harus mengalah dari pelapisnya sendiri di Real Madrid, Daniel Carvajal. Meski kecewa karena terbuang dari skuad La Furia Roja, namun Arbeloa tetap menerima keputusan sang pelatih, Vicente Del Bosque.

“Terima kasih untuk semua dukungan yang kalian berikan. Pada akhirnya, ini adalah akhir dari era yang luar biasa saya bersama timnas Spanyol. Saya ingin mengucapkan semoga sukses untuk skuad Spanyol di Brasil. Kembalilah dengan membawa gelar,” ujar Arbeloa.

Sementara asisten pelatih timnas Spanyol, Toni Grande, mengatakan, penncoretan Arbeloa dari skuad adalah keputusan yang berat karena bek 31 tahun itu sudah memberi banyak hal untuk timnas Spanyol. “Jelas ini keputusan yang menyakitkan. Cedera yang dialaminya membuat dia jarang bermain. Keputusan yang kami ambil murni karena cedera yang dialaminya, tidak ada yang lain,” papar Grande. (via/ram)