Dephan Bikin Kompetisi Hacker Nasional

Dephan Bikin Kompetisi Hacker Nasional

Departemen  Pertahanan RI (Dephan) menggelar Kompetisi Hacker Nasional yang bakal digelar 11 Februari mendatang. Kompetisi ini terbuka bagi pejarar, mahasiswa maupun umum.  Dephan sengaja menggelar kompetisi yang baru kali pertama digelar ini dengan maksud untuk membangun jaringan antar hacker se-Indonesia sekaligus meningkatkan potensi yang dimiliki.

Kompetisi ini terdiri dari dua fase: kompetisi online sebagai babak penyisihan, dan kompetisi offline sebagai babak final. Tiap fase memiliki empat macam tes:

  • Forensik — peserta harus mengidentifikasi dan memperbaiki ancaman keamanan.
  • Tes penetrasi — peserta harus menemukan kelemahan dalam keamanan sebuah sistem.
  • Computer Network Defence — peserta harus memasang sistem yang aman untuk mengantisipasi serangan cyber.
  • Capture the Flag — peserta akan saling meng-hack sistem keamanan peserta lain.

Kompetisi ini bisa diikuti oleh tim beranggotakan tiga sampai lima orang.  Didukungnya komunitas hacker lokal Indonesia oleh pemerintah tentunya adalah sesuatu yang bagus. Salah satu hacker, Wildan Yani Ashari sempat meng-hack website Presiden tahun lalu. Tapi, bukannya dihukum, Polisi memutuskan memberdayakan bakatnya.

Langkah Pemerintah ini memang cukup bagus. Setidaknya, sudah menyadari bahwa peperangan kini tak lagi sebatas tembak menembak saja. Perang di dunia maya, jauh lebih rumit dan berdampak luas.

Nama hacker Indonesia di dunia maya cukup dikenal. Beberapa waktu lalu, saat Australia memata-matai Indonesia,  ratusan situs milik pemerintah Australia diserang hacker Indonesia. (ram)