Denda PKB dan BBNKB Jatim Dibebaskan hingga Akhir Tahun

Denda PKB dan BBNKB Jatim Dibebaskan hingga Akhir Tahun
Foto: sandhi nurhartanto/enciety,co

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim kembali mengeluarkan kebijakan pemberian keringanan dan insentif pajak daerah berupa penghapusan sanksi bunga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta pembebasan bunga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pembebasan denda ini berlaku pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2015 berdasarkan peraturan gubernur nomor 53 tahun 2015 tentang pemberian keringanan dan insentif pajak daerah.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Jawa Timur Bobby Soemiarsono mengatakan putusan penghapusan denda tersebut untuk meringankan beban masyarakat Jatim yang terhimpit krisis ekonomi Indonesia. Juga menaikkan pendapatan pemerintah daerah di sektor pajak.

“Pemprov berkewajiban membantu masyarakat Jatim untuk meringankan masyarakat. Salah satu jalan adalah penghapusan denda pajak kendaraan bermotor dan pembebasan bunga balik nama kendaraan bermotor,” tegas Bobby kepada wartawan, Rabu (30/9/2015).

Ia menjabarkan keringanan yang akan diberlakukan adalah pembebasan sanksi administrasi atau bunga bagi PKB untuk kendaraan roda 2, roda 3, dan roda 4 atau lebih.

Sedangkan untuk bunga BBNKB yang dihapus atau diputihkan adalah BBNKB untuk kendaraan kepemilikan kedua bagi roda 2 dan roda 3.Jika tidak diputihkan, potensi pendapatan daerah dari dua sektor ini sebenarnya mencapai Rp100 miliar.

Diakuinya, target perolehan pajak Dinas Pendapatan Jatim sebenarnya juga menurun akibat krisis ekonomi di Indonesia. Pada akhir Agustus kemarin, raihan pajak yang dikelola Dinas Pendapatan juga baru 66,14 persen atau sebesar Rp 8,168 triliun dari target Rp12,348 triliun.

Selama ini, pajak yang dikelola Dispenda diantaranya adalah PKB, tahun ini ditargetkan senilai Rp 4,8 triliun, hingga akhir Agustus baru tercapai Rp 3,121 triliun. Dari sektor PKB, jumlah kendaraan yang mendominasi masih kendaraan roda 2, jumlahnya di Jawa Timur saat ini telah mencapai 13 juta dengan total PKB sebesar Rp 2,1 triliun. Sedangkan untuk kendaraan roda 4 dan lebih, jumlahnya di Jawa Timur hanya 2 jutaan dengan total PKB sebesar Rp 2,6 triliun.

Selain itu juga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari target Rp 3,7 triliun, saat ini baru tercapai Rp 2,398 triliun. Untuk Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dari target Rp 2,2 triliun, saat ini baru tercapai Rp 1,49 triliun. (wh)