Delegasi Startup Nations Summit Apresiasi Perkembangan Surabaya

Delegasi Startup Nations Summit Apresiasi Perkembangan Surabaya

Tri Rismaharini bersama perwakilan delegasi Startup Nations Summit.foto:humas pemkot surabaya

Ratusan delegasi dari 54 negara yang hadir dalam Startup Nations Summit Surabaya 2018 memperi apresiasi positif dengan perkembangan Kota Pahlawan yang dipresentasikan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Salah satu wali kota terbaik dunia itu menjelaskan beberapa hal yang telah dilakukan Kota Surabaya dalam perjalanannya memimpin. Salah satu poin yang membuat para degelegasi takjub adalah makin berkurangnya sampah.

Setiap tahun populasi penduduk di Kota Surabaya terus tumbuh. Namun, sampah yang dhasilkan makin berkurang. Jika dibandingkan 10 tahun lalu, sampah kita berkurang setengahnya.

“Sekarang rata-rata 1,4 ton sehari. Rahasianya, kota ini punya inovasi untuk menanggulangi sampah. Di antaranya dengan mendaur ulang sampah dengan memanfaatkan menjadi barang bekas,” kata Risma dalam acara Startup Nations Summit Surabaya 2018 di Grand City Mall Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Sontak, pernyataan Risma tersebut disambut tepuk tangan meriah para delegasi yang hadir. Seakan tidak percaya, ratusan delegasi tersebut menyimak beberapa foto yang di lampirkan Risma dalam slide show presentasinya kali itu.

“Coba bisa dilihat, berkat masyarakat Surabaya yang mau memanfaatkan sampah, sekarang lingkungan kampung tempat mereka tinggal jadi makin bersih dan rapi. Bisa dilihat, warna-warni kampung mereka membuat anak-anak berada dalam lingkungan yang ramah untuk pertumbuhannya,” tegasnya.

Pembangunan Kota Surabaya tidak hanya dilakukan secara fisik. Kota ini juga berupaya membangun sumber daya manusia. Salah satu langkah yang dia lakukan adalah menggagas gerakan memberdayaan masyarakat, Pahlawan Ekonomi yang dirilis tahun 2010. Awalnya, gerakan ini dibuat untuk membangunkan mesin kedua ekonomi keluarga, yakni ibu-ibu rumah tangga yang dapat menjadi pelaku usaha.

Delegasi Startup Nations Summit Apresiasi Perkembangan Surabaya
Tri Rismaharini

Kata Risma, Seiring berjalannya waktu, saat ini, gerakan pemberdayaan masyarakat ini banyak diikuti anak-anak muda. Sehingga pada tahun 2015 kita membuat program turunan yang kita beri nama Pejuang Muda Surabaya. Lewat program ini banyak anak muda yang sudah berhasil.

“Contohnya, ada Muhammad Arief, anak muda yang dulunya seorang tukang parkir di Gang Dolly. Setelah Dolly ditutup, dia buat usaha sablon. Sekarang, setiap bulan dia bisa mengumpulkan omzet puluhan juta dan yang lebih hebatnya lagi, mobilnya sekarang sudah dua,” tegas Risma yang disambut applaus para delegasi.

Berikutnya, Risma menyinggung perkembangan Kota Surabaya yang pesat ini, ia berhasil meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Surabaya. Rata-rata saat ini masyarakat Kota Surabaya dapat mencapai usia di atas 73 tahun.

“Saat ini memang jumlah populasi terbesar kita adalah anak-anak muda. Tapi, jika anak-anak muda ini tidak mau berusaha, mandiri atau menjadi entrepreneur, mereka bakal tertinggal. Jadi, jika yang muda-muda ini nggak mau berusaha, maka akan kalah sama orang-orang tua sekarang,” ungkapnya. (wh)