Deklarasi Berlangsung Aman, Dolly dan Jarak Resmi Ditutup

 

Deklarasi Berlangsung Aman, Dolly dan Jarak Resmi Ditutup

Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak berlangsung aman. Digelar di gedung Islamic Center jalan raya Dukuh Kupang, Rabu (18/6/2014),  sekitar 2.000 orang memadati acara. Dengan demikian, lokalisasi Dolly dan Jarak secara resmi dinyatakan ditutup dan ilegal. Dukungan lantas disampaikan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri yang datang langsung.

“Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan,” tuturnya saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Salim menegaskan, penutupan ini menjadi pengukir sejarah. Ia mengaku mendapat informasi bila Dolly sudah selama 100 tahun berdiri. “Ibarat orang yang berusia lanjut usia, memang sudah seharusnya dia meninggal dunia. Dolly membawa kerusakan akhlak, dekadensi moral, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), merugikan anak maka kita harus lakukan perubahan,” imbuhnya.

Menteri dari Partai Keadilan Sejahtera itu lantas mengapresiasi penuh kepada pemkot Surabaya yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara itu. “Kami dari Kemensos sendiri sudah all out mendukung kebijakan Bu Risma sejak 2012 lalu,” ujarnya.

Deklarasi dilakukan oleh perwakilan warga yang isinya berjanji akan menjadikan Kelurahan Putat Jaya bebas prostitusi, siap beralih profesi, serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Acara deklarasi penutupan lokalisasi terbesar di Indonesia itu turut dihadiri, Ketua DPRD Surabaya Muhammad Machmud, Kapolda Jatim Unggung Cahyono, Kapolrestabes Surabaya Setija Junianta, anggota DPRD komisi D Masduki Toha, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, perwakilan PSK, muncikari, dan warga sekitar Dolly-Jarak.

Deklarasi itu mendapat penjagaan ketat dari aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Tak kurang dari 1.400 personel diturunkan. Ketatnya penjagaan itu untuk mengantisipasi ancaman pembubaran acara deklarasi yang akan dilakukan oleh warga yang kontra-penutupan Dolly. Namun hingga acara berakhir, ancaman itu tak terbukti. (wh)