Debit Kali Surabaya Naik, Air PDAM Keruh

Debit Kali Surabaya Naik, Air PDAM Keruh

Musim penghujan di Kota Surabaya membuat debit air naik di Kali Surabaya. Kenaikan debit ini juga membuat bahan baku air minum yang dikonsumsi warga yang diolah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya keruh.

Dari data yang ada, saat ini jumlah perlanggan PDAM Surya Sembada Surabaya sendiri mencapai 523.738 sambungan rumah dengan  cakupan layanan 92,26 persen dari total penduduk Kota Surabaya.

Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Ashari Mardiono membenarkan bila intensitas hujan yang tinggi saat ini juga turut berpengaruh pada tingkat kekeruhan air di Kali Surabaya.

“Air hujan yang bermuara di sungai menjadikan air di Kali Surabaya menjadi kotor atau keruh,” kata Ashari kepada wartawan di Surabaya, Rabu (11/2/2015).

Dirinya juga mengakui bila tingkat kekeruhan air ini juga berpengaruh pada biaya pengolahan air di Instalasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) baik di Karangpilang maupun di Ngagel.

Sumber air yang diolah PDAM diambilkan dari Kali Surabaya. Sehingga produksi air PDAM sangat berpengaruh pada Kali Surabaya ini produksi air bersih PDAM di IPAM.

Usai diolah di kedua IPAM ini, maka air yang dianggap layak baru dikucurkan ke rumah warga atau pelanggan. Begitu juga untuk industri lainnya di sini.

“Wajar terpengaruh karena biaya pengolahan air dari Kali Surabaya sebagai bahan baku diolah menjadi air bersih membutuhkan tambahan biaya,” tutur dia. (wh)