Datangi Pelatihan Pahlawan Ekonomi, Pejabat Korea Utara Cicipi Onde-Onde

Datangi Pelatihan Pahlawan Ekonomi, Pejabat Korea Utara Cicipi Onde-Onde

Pejabat Korean Cities Federation di Kaza City Mall.foto:arya wiraraja/enciety.co

Program Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) Surabaya yang digagas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, kembali mendapat perhatian dunia. Kali ini, perwakilan kota-kota di Korea Utara datang bekunjung ke tempat pelatihan di Kaza City Mall, Minggu (5/5/2019).  

Mereka, Pejabat Korean Cities Federation (KCF) Ri Song, Wakil Ketua Komite Masyarakat Kota Pyongsong Provinsi Pyongan Utara Pak Chang Hun, dan Direktur Departement Luar Negeri Komisi Masyarakat Provinsi Pyongan Utara.

Kunjungan ini menjadi satu rangkaian yang dilakukan sebagai kelanjutan dari pertemuan di Korea Utara pada November 2018 lalu. Tujuannya untuk menjalin kerjasama antarkota terutama dalam bidang perencanaan perkotaan, penyediaan layanan dasar, dan lingkungan.

Di pelatihan itu, pejabat Korean Cities Federation diterima Komite Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Yakni, Don Rozano Prakoeswa (advisor), Luhur Budijarso (advisor), Doddi Madya Judanto (advisor), dan Agus Wahyudi (mentor dan humas).

Don Rozano Prakoeswa menegaskan, Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Mufa merupakan salah satu program strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Program ini digagas 2010. Tujuannya untuk menghidupkan mesin kedua ekonomi warga. Di mana para perempuan bisa berpenghasilan dengan melakukan aktivitas yang menghasilkan tanpa meninggalkan rumah,” jelas Don Rozano.   

foto:arya wiraraja/enciety.co

Dia lalu mejelaskan, untuk Pahlawan Ekonomi Surabaya pelatihannya dibagi tiga cluster. Pertama, home industry yang diperuntukkan untuk produknya cookies, pastry dan lain sebagainya. Kedua culinary business untuk produknya seperti makanan kuliner. Ketiga, creative industry, untuk produk handicraft, souvenir, aksesoris dan jahit.

“Kami tidak memungut biaya apa pun kepada mereka yang ikut pelatihan. Semuanya gratis,” tandas Don.

Pejabat Korean Cities Federation kemudian diajak meninjau aktivitas sebelas pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda. Para pejabat Korea Utara juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para peserta pelatihan. Mereka juga sempat mencoba beberapa mencicipi produk hasil pelatihan home Industry dan culinary business. Selain itu, mereka juga sempat menjajal melukis cat air dan mencanting kain batik. 

“Hem.., ini rasanya enak sekali,” ujar mereka saat encicipi onde-onde dan lemper. Sebelumnya, pejabat Korean Cities Federation tersebut juga mengunjungi perkampungan, rumah kompos, program urban farming di perkampungan Surabaya, urban farming Taman Surya, Command Center 112, dan Koridor Co-Working Space di Siola. (wh)