Data Ekonomi China Tekan Dolar AS

Data Ekonomi China Tekan Dolar AS

 

Nilai tukar yen, mata uang Jepang, kembali menguat atas dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang ini juga menguat atas 16 mata uang utama dunia. Iniseiring dengan anjloknya tembaga ke level terendahnya sejak 2010.

Sentimen utama pergerakan mata uang ini datang dari pasar saham dan komoditas yang bergerak melemah menyusul adanya ketidakstabilan di sistem keuangan China.

China mencatatkan obligasi pertamanya yang default pada pekan lalu. Selain itu, juga dilaporkan jika negara tersebut mencatatkan defisit terbesar dalam dua tahun terakhir.

“Ketika data ekonomi dari negara terbesar kedua di dunia mengecewakan, wajar jika hal itu meredam sentimen pasar. Melihat hasil hari ini, tampaknya sedikit lebih rendah, dan itu akan membebani dolar-yen juga,” kata strategi mata uang Wells Fargo & Co New York Eric Viloria dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/3/2014).

Nilai yen Jepang naik sebanyak 0,2 persen menjadi 103,02 per dolar AS di New York setelah pada perdagangan sebelumnya naik 0,4 persen. Mata uang Jepang juga menguat 0,4 persen atas euro, yakni menjadi 142,78 per euro.

Deutsche Bank AG Currency Volatility Index yag mengukur tngkat volatilitas sembilan mata  uang utama dunia, turun sampai 7,14 persen. Ini adalah leel terendah sejak Desember 2012.

Selain itu, JPMorgan Chase & Co Volatility Index juga jatuh sampai 7,33 persen, juga yang terendah sejak Desember 2012. (wh)