Darmin: Kirim Barang ke Papua Lebih Mahal Dibanding ke China

darmin nasution

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, masyarakat Indonesia selalu mengeluh mahalnya biaya logistik. Untuk itu, perlu adanya peraturan pemerintah mengenai pusat logistik berikat demi mengurangi biaya tersebut.

“Mau bawa barang dari ini ke Papua, itu lebih mahal daripada ke China. Karena sebetulnya kita tidak pernah merancang dengan baik standar kita bekerja,” kata Darmin.

Menurutnya, banyak aturan-aturan yang tidak jelas di Indonesia. Hal inilah yang menjadi alasan Singapura mampu kaya lebih dahulu dibandigkan Indonesia. “Ini yang saya cerita kenapa kok kita yang hasilkan hasil bumi banyak, tapi yang kaya Singapura. Padahal tadinya ekspornya sama, karet juga padahal bukan penghasil karet,” kata Darmin.

Dia menjelaskan, sudah sejak lama industri dalam negeri tidak didorong ke sektor pengolahan dan penciptaan produk yang sesuai dengan standar internasional. Produk mentah cenderung diekspor ke Singapura untuk diolah kembali, dan kemudian diekspor Singapura ke negara lain.

“Tapi bedanya kita ekspor standarnya enggak jelas, dia mungkin sudah beda, standarnya di sana dia mungkin ada campuran apa, surat untuk katakan kadar dari segala macam. Harganya lain,” tambah Darmin.

Melihat kesuksesan Singapura, Darmin mengatakan salah satunya terletak pada pusat logistik berikat atau yang dikenal dengan nama gudang berikat. Berbagai fasilitas dan kelonggaran aturan diberikan agar pihak swasta membangun di negaranya.

Dengan adanya pusat logistik berikat, Darmin mengatakan, biaya logistik dalam negeri mampu diturunkan menjadi lebih rendah. Sebab, saat ini banyak pihak selalu mengeluh mahalnya logistik dalam negeri dibanding luar negeri. (oke)