Dari Susu Kedelai, Perempuan Ini Biayai Sekolah 3 Anaknya

Dari Susu Kedelai, Perempuan Ini Biayai Sekolah 3 Anaknya

Ismawati memamerkan susu kedelai buatannya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Tak sia-sia kerja keras Ismawati merintis usaha. Perempuan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya ini, kini mampu menambah pendapatan keluarga dan mencukupi biaya sekolah anaknya.

“Alhamdulillah, ini karena saya berani jadi buka usaha. Saya bisa bantu suami menyekolahkan ketiga putri saya,” kata Ismawati ditemui enciety.co di rumahnya di Jalan Pacar Kembang Gang VI Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Ismiati menceritakan, anak pertamanya, Islaucha Yuni Ariani, kuliah di Jurusan Arsitektur Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya. Anak kedua, Rosita Desi Safitri, kelas tiga SMK. Anak ketiga, Salsa Nanda Apriliani Rois masih Taman-Kanak-Kanak.

Sebelumnya, Ismawati menjadi pegawai swasta di toko elektronik terkemuka di Surabaya. “17 tahun saya kerja di situ, mulai tahun 1995 sampai 2011,” ungkapnya.

Ia memutuskan resign lantaran ingin menjadi ibu rumah tangga. Namun karena tuntutan ekonomi, ia berpikir tidak ada salahnya membuka usaha di rumah untuk menopang ekonomi keluarga.

“Ya itung-hitung nambah gaji suami agar cukup untuk keperluan sekolah dan biaya sehari-hari,” tambah Istri dari Muhammad Rokib (45) ini.

Alumnus SMK PGRI 5 itu kemudian menjajal usaha kue kering. Modalnya dari sisa tabungan. “Saya sering dapat pesanan dari tetangga. Kadang kue-kue itu juga saya titipkan ke warung giras. Itu saya lakukan tiga tahun,” urai Ismawati.

Akhir 2014. Ismawati yang hamil anak ketiga dianjurkan mengonsumsi susu kedelai. Ia mencoba buat bikin susu kedelai untuk konsumsi sendiri. Merasakan ada hasil, perempuan kelahiran Oktober 1976 itu, kepikiran untuk menjual susu kedelai,

“Saya teringat resep keluarga. Dulu sebelum kerja, saya pernah bantu ibu jual susu kedelai. Alhamdulillah, resepnya masih ingat dan sekarang bermanfaat,” terangnya.

Isma memberanikan diri memproduksi dan menjual susu kedelai. Mula-mula produk itu dijual di sekitaran rumahnya. Lalu, dititipkan di sekolah TK anaknya. “Saat itu hasilnya nggak banyak, Uangnya cukup untuk beli bahan lagi dan sisanya bisa untuk uang sakunya anak-anak,” papar dia.

Tahun 2017, Isma bertemu Hadisatul Ahadiyah (owner Aqisa Rosella, anggota  Pahlawan Ekonomi). Mereka kebetulan sama-sama wali murid TK. Dari Hadisa, ia diberi tahu kalau ada pelatihan gratis untuk para pelaku usaha di Kaza City Mall tiap hari Sabtu dan Minggu.

Aktif di pelatihan Pahlawan Ekonomi membuat kemampuan dan ketrampilan Ismawati bertambah.  “Dulu saya jualan susu kedelai hanya dibungkus plastik. Sekarang saya gunakan botol yang sudah dilengkapi logo produk. Hasilnya luar biasa. Dulu harganya Rp 3-4 ribu. Sekarang saya jual Rp 8 ribu,” terangnya.

Ia juga mengatakan, berkat mengurus perizinan PIRT, SIUP dan TDP, sekarang susu kedelai buatannya berlabel Rois (Singkatan Rokib-Ismawati) sudah dipasarkan di beberapa Sentra UKM milik Pemerintah Kota Surabaya. Ia juga mengaku punya tiga reseller.

Untuk pemasaran ia juga memanfaatkan media sosial. “Saya masarkan produk saya di Facebook. Hasilnya bagus. Sekarang sebulan saya bisa dapat Rp 6 juta,” paparnya.

2019, Ismamawi berharap usahanya makin maju. Saat ini ia sudah mulai menyiapkan diri untuk menyasar pasar modern. Dia juga akan merombak logo dan meningkatkan kapasitas produk. (wh)