Dari Sekadar Jualan Sayur ke Menjual Layanan

Seri Syariah Dominant Logic: Dari Sekadar Jualan Sayur ke Menjual Layanan

Fajar Haribowo. foto:avit hidayat/enciety.co

Satu hal yang berbeda, Pak Slamet menambahkan service di dalamnya. Ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pasar namun sudah tidak tertarik lagi pada crowd pasar tradisional, dibaca sebagai peluang oleh Pak Slamet.

Pedagang sayur seperti Pak Slamet telah memasuki masa transisi dari goods dominant logic menuju service dominant logic. Dia tak sekadar menawarkan sayur mayur segar dan murah namun juga menjual pelayanan. Sayur mayur yang sama bisa konsumen beli di pasar disamping rumah tinggal mereka. Namun mereka pilih membeli di Pak Slamet karena ada layanan yang pantas dibeli.

Kepandaian tawar menawar yang selama ini menjadi kepiawaian ibu-ibu rumah tangga generasi baby boomers telah diambil alih oleh Pak Slamet. Rumit dan ketelitian menyortir sayur atau buah di lapak pedagang pasar tak perlu lagi dilakukan konsumen, karena semua sudah dilakukan Pak Slamet. Dan konsumen puas dengan kinerja quality control yang dijalankannya. Harga yang sampai ke tangan konsumen pun nyaris sama ketika mereka sendiri yang berbelanja di pasar.

Konsumen ternyata juga tidak hanya ditawari barang dagangan yang Pak Slamet jual semata atau product orientation. Dia memberikan ruang bagi pelanggan untuk memesan sayur, buah, atau ikan apa yang perlu dibawa esok hari (market orientation).

Konsumen kian lama kian manja kalau tidak boleh dikatakan malas. Tanpa sadar, meraka makin peduli pada nilai tambah. Paparan informasi dan pengalaman kelas menengah dengan banyak layanan telah mengubah penilaian mereka terhadap produk dan layanan. Ketika produk sudah tidak tidak berbeda signifikan dalam kualitas dan fitur, maka layananlah yang akan menjadi pertimbangan pembeli.

Salam SyDL! (fa)