Danamon Syariah Luncurkan Tabungan Bisa iB dan Bisa Qurban

 

Danamon Syariah Luncurkan Tabungan Bisa iB dan Bisa Qurban

PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui unit usahanya, Danamon Syariah meluncurkan dua produk terbarunya yakni Tabungan Bisa iB dan Tabungan Bisa Qurban iB.

Direktur Danamon Syariah Herry Hykmanto menjelaskan, Tabungan Bisa iB adalah produk tabungan dengan prinsip Mudharabah (bagi hasil). Sedangkan, Tabungan Bisa Qurban iB menggunakan prinsip syariah Mudharabah untuk membantu nasabah menyiapkan kebutuhan dana ibadah Qurban pada hari raya Idul Adha.

“Kami yakin kehadiran produk Tabungan BIsa iB dan Tabungan Bisa Qurban iB akan mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat. Sebab, produk ini merupakan tabungan berjangka perencanaan pembelian hewan kurban pertama yang paling komprehensif karena saat menabung nasabah sudah mengetahui harga hewan kurban sekaligus memilih mekanisme penyalurannya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/9).

Dalam program ini, Danamon Syariah menjalin kerja sama antara lain dengan Yayasan Rumah Zakat dan Yayasan Al Azhar Peduli Umat.

Adapun, sejak soft launching pada akhir Agustus kemarin, Tabungan Bisa Qurban iB telah mencatat 500 pembukaan rekening nasabah dari 8.000 nasabah yang ditargetkan.

Herry menjelaskan, tabungan ini memiliki beberapa keunggulan seperti bisa menyesuaikan kemampuan keuangan nasabah dalam menyiapkan ibadah kurban dan gratis biaya administrasi bulanan. Selain itu, gratis cek saldo, tarik tunai, dan transfer ke bank lain di ATM Danamon, ATM Bersama dan ALTO, gratis transfer ke bank lain di Danamon Online Banking dan Counter Teller, serta memiliki bagi hasil berjenjang yang disesuaikan dengan saldo rata-rata (minimum Rp 1 juta).

Adapun, untuk memperoleh tabungan ini nasabah harus menyetor awal minimal Rp 50.000 dan minimum setoran bulanan Rp 150.000. Tabungan ini menerapkan sistem pendebetan otomatis setoran bulanan dan nasabah dapat memilih tenor mulai dari 3-24 bulan.

Sebagai informasi, per Juni 2014 total aset Danamon Syariah mencapai Rp 2,8 triliun atau naik Rp 287 miliar (12 persen). Pembiayaan pun ikut naik Rp 381 miliar (22 persen) menjadi Rp 2,1 triliun. Sedangkan, pendanaan mencapai Rp 2 triliun, meningkat Rp 168 miliar (9 persen), di mana giro Rp 456 miliar, dana tabungan Rp 256 miliar, dan deposito Rp 1,3 triliun. (bst/ram)