Dana Haji Capai Rp 64,5 T

Dana Haji Capai Rp 64,5 T

 

Dana haji yang  dikelola Kementerian Agama  saat ini telah mencapai Rp 64,5 triliun. Rinciannya Rp 2,3 triliun dana abadi umat dan sisanya dana setoran awal jamaah calon haji. Dari total dana haji itu, sebanyak Rp 35 triliun diinvestasikan dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk) dan senilai Rp 32 triliun ditempatkan di perbankan.

Dirjen penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, ke depan dari dana yang besar ini, Kementerian Agama mengharapkan suatu saat nanti dana haji dapat diinvestasikan untuk pembelian pesawat sebagai bagian dari upaya meningkatkan fasilitas bagi para calon jemaah haji dan juga memperoleh keuntungan. “Hampir sebagian besar dana setoran haji untuk membayar maskapai penerbangan. Kalau kita bisa membeli sendiri bisa lebih irit,” kata Anggito, Kamis (27/3/2014).

Saat ini Kemenag sudah mengkaji investasi pesawat yang berbadan lebar.  Selain efisien, investasi itu juga dinilai bisa mengurangi jumlah hari masa tinggal di Mekah.

Kata Anggito, pemerintah bahkan berencana menginvestasikan dana haji di sektor properti, berupa pengembangan pemondokan haji dan rumah sakit di Arab Saudi. Namun, rencana investasi tersebut masih terganjal UU Pengelolaan Dana Haji yang saat ini masih dibahas DPR.

Melalui UU itu, ke depannya pengelolaan dana haji akan berada dalam kewenangan Badan Peyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang berada di bawah Kemenag.

“BPIH nanti diberi mandat melakukan investasi haji yang saat ini mengendap, misalnya investasi portofolio, investasi emas dan investasi langsung tadi yang terkait dengan haji. Jadi, nanti BPIH yang akan memutuskan,” kata Anggito. (ram)