Dana Asing Kembali Masuk ke Pasar Modal

Dana Asing Kembali Masuk ke Pasar Modal

 

Investor asing mulai percaya masuk ke pasar modal. Ini seiring dengan membaiknya data ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2013.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia mencapai Rp 9 triliun sepanjang 2014. Investor asing juga masuk ke pasar obligasi negara per 18 Februari 2014 naik sekitar Rp 2,48 triliun menjadi Rp 337,95 triliun.

Menurut Dody Ariefianto, Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), , dana asing itu masuk didorong sentimen data ekonomi Indonesia mulai membaik terutama defisit transaksi berjalan turun menjadi 1,9 persen pada kuartal IV 2013.

“Hal itu memberikan optimisme terhadap investor asing terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, data ekonomi membaik menimbulkan harapan Bank Indonesia (BI) tidak perlu memperketat kebijakan moneternya,” katanya.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menuturkan, evaluasi saham di BEI sudah murah juga menarik bagi investor asing. bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve untuk melakukan pengurangan pembelian aset obligasinya (tapering) sekitar USD 10 miliar dalam setiap pertemuannya juga memberikan kepastian bagi investor asing.

“Pelaku pasar sudah dapat mengukur risikonya, jadi kombinasi sentimen eksternal dan internal yang memberikan keyakinan kepada investor,” ujar Lana, Minggu (23/2/2014).

Sementara, Analis PT Buana Capital Tbk, Alfred Nainggolan juga melihat investor asing cenderung mengantisipasi ekonomi Indonesia yang membaik.

Para investor asing tersebut membeli saham-saham unggulan termasuk saham perbankan. Oleh karena itu, sektor saham keuangan naik cukup signifikan pada pekan ini. Berdasarkan data BEI, indeks sektor saham keuangan naik 15,47 persen secara year to date.

Lalu hingga kapan dana asing ini akan terus masuk ke pasar keuangan Indonesia? Lana mengatakan, kemungkinan dana asing akan terus masuk ke Indonesia sambil melihat kondisi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu).

Sedangkan Dody menilai, dana asing yang masuk begitu besar hanya euforia sementara saja. Lantaran defisit transaksi berjalan membaik pada kuartal IV 2013 didorong dari ekspor mineral yang digenjot sebelum mengantisipasi larangan ekspor mineral pada 2014.

“Ini euforia sementara. Saya pikir tidak berlanjut karena apakah data perbaikan ekonomi ini akan terus membaik?,” kata Dody.

Ia memprediksikan, defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan akan kembali memburuk pada kuartal I 2014. Hal itu seiring pelarangan ekspor mineral yang mulai pada Januari 2014. Meski demikian, ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa membaik diharapkan dapat menunjang ekspor non minyak dan gas Indonesia. Sehingga ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh pada 2014. (lp6/wh)