Dampak Pusaran Krisis Moneter Global Terhadap Pasar Mata Uang

 

Dampak Pusaran Krisis Moneter Global Terhadap Pasar Mata Uang

Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan pernyataannya pada Selasa kemarin (8/10) yang isinya resmi memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan menyampaikan juga bahwa pemulihan ekonomi global terlihat masih lemah dan tidak merata di tengah meningkatnya risiko keuangan dan geopolitik.

Dalam World Economic Outlook yang dikeluarkan IMF, kreditur berbasis di Washington ini memotong proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini menjadi 3,3 persen dari 3,4 persen yang diperkirakan pada bulan Juli. Perkiraan untuk 2015 juga diturunkan menjadi 3,8 persen dari 4 persen.

Penurunan proyeksi IMF ini mencerminkan kemunduran terhadap kegiatan ekonomi di negara maju selama semester pertama tahun 2014 ini, dan pandangan yang kurang optimis untuk emerging markets. Proyeksi yang cukup mengecewakan ini pada akhirnya juga akan mempengaruhi kepercayaan diri, permintaan, dan pertumbuhan saat ini.

Di negara maju, beban utang yang tinggi pasca krisis dan tingginya pengangguran, masih cukup membebani pemulihan ekonomi dan potensi rendahnya pertumbuhan ekonomi juga cukup menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku pasar. Negara maju secara keseluruhan diperkirakan dapat berekspansi sebesar 1,8 persen di tahun ini, tidak berubah dari proyeksi Juli. Sedangkan tahun depan, diperkirakan tumbuh 2,3 persen, sedikit lebih lambat dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,4 persen.

Untuk sisa tahun 2014 ini perkiraan pertumbuhan ekonomi AS diturunkan menjadi 2,2 persen dari 2,7 persen. Kemudian prospek untuk tahun 2015 dipertahankan pada 3,1 persen. Sedangkan proyeksi untuk pertumbuhan kawasan euro hingga sisa akhir tahuin 2014 ini diturunkan menjadi 0,8 persen dari 1,1 persen dan untuk tahun 2015 mendatang diturunkan menjadi 1,3 persen lebih lemah dari prediksi Juli yang memprediksi pertumbuhan sebesar 1,5 persen.

Negara-negara utama di kawasan euro seperti Jerman pun proyeksi pertumbuhan ekonominya dipotong menjadi 1,4 persen dari 1,9 persen, sedangkan untuk tahun depan diturunkan menjadi 1,5 persen dari 1,7 persen. Lalu proyeksi untuk Perancis dan Italia juga diturunkan. Prancis diperkirakan akan tumbuh 0,4 persen di tahun ini dan 1 persen tahun depan. Ekonomi Italia diperkirakan akan berkontraksi 0,2 persen, tetapi ekspansi sebesar 0,8 persen di tahun depan.

Di luar kawasan euro, perkiraan pertumbuhan Jepang tahun ini dipangkas tajam menjadi 0,9 persen dari 1,6 persen dan proyeksi untuk tahun depan diturunkan menjadi 0,8 persen dari 1 persen. Proyeksi pertumbuhan untuk Inggris tidak berubah masih pada 3,2 persen untuk tahun ini dan 2,7 persen untuk tahun 2015 mendatang.

Di antara pasar negara berkembang, perkiraan pertumbuhan Tiongkok dipertahankan pada 7,4 persen untuk tahun ini dan 7,1 persen untuk tahun 2015. Kemudian pertumbuhan India untuk 2014 justru dinaikkan menjadi 5,6 persen dari 5,4 persen dan prospek tahun depan menjadi 6,4 persen.

Pemangkasan proyeksi di hampir sebagian besar negara maju dan berkembang tahun ini juga menjadi sinyal bahwa risiko geopolitik yang meningkat dapat lebih memperburuk kondisi ekonomi dunia ke depan yang dapat menyebabkan harga naik tajam bahan bakar, gangguan perdagangan, dan kesulitan ekonomi lebih lanjut.

Di sisi lain, IMF juga memperingatkan seluruh bank sentral di semua negara bahwa kebijakan moneter longgar dapat menimbulkan kelebihan keuangan. IMF juga mendesak para pembuat kebijakan di negara maju untuk menghindari kebijakan moneter prematur normalisasi, dan lebih mengedepankan penyesuaian fiskal untuk mendukung pemulihan secara jangka panjang. Seperti diketahui saat ini pasar negara berkembang saat ini tengah dikhawatirkan oleh spekulasi normalisasi kebijakan moneter di AS.

Jatuhnya proyeksi ekonomi dunia ini memberikan kepanikan kepada para investor di seluruh dunia sehingga pasca proyeksi ini bursa saham Amerika ditutup negatif dan juga bursa Asia pagi ini dibuka negatif. Amerika Serikat yang sedang menunjukkan kekuatan ekonominya beberapa bulan terakhir ikut terpangkas ekonominya, dan yang menjadi biang keroknya yaitu ekonomi Eurozone.(MrICare)

EUR/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.2595 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 1.2550 atau bahkan lebih rendah. Resisten terdekat tampak di area 1.2660, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.2700.

GBP/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten dibawah area 1.6030 untuk menambah tekanan bearish menguji area 1.5980. Di sisi atasnya, hanya penembusan diatas area 1.6140 baru bisa memicu skenario koreksi bullish menguji area 1.6190 sebelum akhirnya dapat melanjutkan trend bearish utama.

USD/JPY. Bias menjadi bearish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 107.95 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 107.60. Resisten terdekat tampak di area 108.65, penembusan konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek menguji area resisten 109.00.

USD/CHF. Bias intraday masih bullish di jangka pendek terutama jika harga berhasil tembus diatas area 0.9650 untuk menambah momentum bullish mengincar area 0.9730. Support terdekat tampak di area 0.9560, tembus secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9525.

AUD/USD. Bias intraday menjadi netral di jangka pendek dengan potensi trading range terbatas di kisaran 0.8745 – 0.8865. Tembus secara konsisten dibawah area 0.8745 seharusnya dapat menambah tekanan bearish mengincar area support 0.8695. Di sisi atasnya, hanya penembusan diatas area 0.8865 baru bisa merubah bias intraday menjadi bullish menguji area 0.8925.

XAU/USD. Pada grafik harian, masih diperdagangkannya emas di dalam bearish channel dan di bawah MA 50-100-200 harian dapat sinyalkan masih adanya tekanan penurunan. Namun, kesulitan emas mencatatkan level penutupan harian di bawah support 1180 dapat memberikan kesempatan rally jangka pendek. Sentimen cukup mixed dan ini dapat mendorong pergerakan sideways dengan potensial perdagangan berkisar antara 1180 – 1215 untuk sementara waktu. Strategy: sell-on-rally dengan target profit 1195 dan stop-loss 1217. Di lain pihak, penembusan konsisten di atas 1215 dapat membuka peluang pengujian area 1222.

Hang Seng Futures. Bias bearish di jangka pendek seiring Hang Seng masih diperdagangkan di dalam bearish channel, di bawah MA 50-100-200 harian, dan turunnya indikator MACD. Namun, indikator Stochastic yang oversold dapat mendorong aksi bargain-hunting yang dapat memberikan kesempatan rally jangka pendek. Hang Seng perlu mencatatkan level penutupan harian di atas 23800 untuk mengurangi tekanan bearish sementara penutupan harian di bawah 22500 dapat menambah tekanan penurunan. Strategy: sell-on-rally dengan target profit 22900 dan stop-loss 23380. Di lain pihak, penembusan konsisten di atas 23370 dapat membuka peluang pengujian 23460.

Nikkei Futures. Kemampuan Nikkei untuk bertahan di atas MA 50-100-200 harian dapat sinyalkan masih adanya kesempatan untuk menguat. Namun, turunnya indikator MACD dan Stochastic pada grafik harian dapat memberikan tekanan penurunan. Sentimen cukup mixed dan ini dapat mendorong pergerakan sideways dengan potensial perdagangan berkisar antara 15370-15980 untuk sementara waktu. Strategy: sell-on-rally dengan target profit 15400 dan stop-loss 15770. Di lain pihak, penembusan konsisten di atas 15750 dapat membuka peluang pengujian area 15860.

Kospi Futures. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi pergerakan berkisar antara area 249.85 -252.00, di perlukan menembus salah satu sisi untuk memicu pergerakan lebih lanjut. Untuk sisi atas, break di atas area 252.00 dapat membawa harga lebih tinggi lagi menguji ke area 253.00, dan untuk sisi bawahnya, break di bawah area 249.85 seharusnya akan memperpanjang pergerakan bearish seperti yang terjadi beberapa hari terakhir menuju area 249.00.

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.