Dampak Kemarau, Harga Cabai Merah Melonjak

Dampak Kemarau, Harga Cabai Merah Melonjak
Pedagang di Pasar Keputran yang merasakan dampak kenaiakan harga akibat kemarau panjang. avit hidayat/enciety.co

Puncak musim kemarau berdampak pada semua sektor, tidak terkecuali pada sektor ekonomi yang mengalami fluktuasi tak menentu. Seperti yang terpantau di sejumlah pasar tradisional Surabaya, harga cabai rawit anjlok dari Rp 24 ribu per kilo gram menjadi Rp 20 ribu saja.

“Justru harga cabai merah yang notabene cabai murah meningkat drastic, Mas. Awalnya harganya kisaran Rp 15 ribu kini melonjak menjadi Rp 18 hingga Rp 20 ribu per kilo gramnya,” aku Mariyam (32), satu di antara pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya.

Tidak hanya cabai merah, harga bawang merah juga mengalami lonjakan dari awalnya Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilo gramnya. Sedangkan untuk bawang putih masih stabil pada kisaran RP 13 ribu lantaran pasokan impor masih lancar.

Selain Mariyam, sejumlah pedagang lainnya sepeti Gunawan juga mengakui dampak pasokan holtikultura yang kadang stabil kadang tersendat membuat harga kentang mengalami kenaikan tipis.

“Pada pekan lalu kentang Rp 9 ribu saja, sekarang naik menjadi Rp 9.500 per kilo gramnya,” ujar dia.

Sementara untuk jenis tomat dan sayur-mayur mengalami penurunan. Pada Kamis (16/10/2014) lalu harga tomat masih di kisaran Rp 13 ribu sekarang turun menjadi RP 8 ribu saja. Lalu untuk sayur-mayur masih fluktuatif tergantung pasokan dari masing-masing wilayah.

“Wortel masih stabil pada Rp 6 ribu per kilo gram karena pasokan impor lancar. Sekarang kan memang kemarau, jadi ada sejumlah holtikultura di daerah dengan cuaca ekstrem seperti Bojonegoro, Jombang sedang krisis cabai merah,” katanya. (wh)