Dampak Kelud, 222 Ton Kargo Juanda Belum Terkirim

Dampak Kelud, 222 Ton Kargo Juanda Belum Terkirim

 

Ditutupnya Bandara Internasional Juanda akibat cuaca buruk pasca letusan Gunung Kelud menyebabkan terjadinya penumpukan kargo. Selama dua hari, penumpukan di kargo udara mencapai 222 ton yang belum terkirimkan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder (ALFI) Khusus Juanda Ima Sumaryani menyebutkan, kargo yang tertumpuk itu bukan untuk pengiriman pada 14-15 Februari. Tetapi pengiriman kargo pada hari sebelumnya yang dijadwalkan dikirim pada 14-15 Februari.

Ima mengakui, kargo udara mengalami penghentian operasi seiring dengan pentuupan bandara. Banyak yang mengalihkan kargo ke moda transportasi lain atau dikirim melalui bandara lain,” kata Ima, Senin (17/2/2014).

Beberapa kargo udara yang ditarik di antaranya dikirim melalui Denpasar ata Jakarta. Tentunya penarikan itu diiringi dengan penggantian moda transportasi lain. Saat ditarik ke Denpasar (Bandara Ngurah Rai), penarikan dilakukan melalui truk.

Sementara biaya penarikan melalui truk sebesar Rp 2.000 per kilometer. Harga tersebut juga melihat jenis barang yang dikirim dan ketegorinya. Sementara untuk pengiriman melalui kereta api, sudah bukan domain dari ALFI Khusus Juanda.

Ima tidak memiliki data jumlah kargo yang ditarik dan kerugian yang diderita akibat penutupan bandara. “Sejauh ini tidak ada data berapa kerugian dan tonase yang ditarik ke moda transportasi lain.

Masalahnya tidak ada laporan dari anggota berapa ton kargo yang ditarik ulang,” urainya. Sumber lain menyebut kerugian yang dialami sejumlah forwarder udara mencapai Rp 50-75 juta per harinya.

Kargo udara di Bandara Internasional Juanda diperkirakan rata-rata perhari mencapai 42 ton perhari untuk internasional, sedangkan untuk kargo internasional diperkirakan 140 ton per harinya. Sementara keuntungan yang dipetik dari jasa pengiriman udara ini melihat tujuan dan jenis barang.

“Susah untuk menjelaskannya. Karena memang keuntungan yang kami ambil rata-rata Rp 1.000-2.000 per kilogramnya. Tidak besar. Juga melihat tujuan. Semakin susah kawasan ditempuh pesawat, semakin mahal pengirimannya,” urainya. (wh)