Dalam 4 Tahun, Harga Emas Jatuh ke Level Terendah

Dalam 4 Tahun, Harga Emas Jatuh ke Level Terendah
foto:isagold.com

Harga emas jatuh ke level terendah empat tahun merespons penguatan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran investor tentang seberapa cepat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga.

Seperti dilansir dari lama Wall Street Journal, Sabtu (4/10/2014), kontrak harga emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD 22,2 atau 1,8 persen menjadi USD 1.192,9 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sementara kontrak pengiriman Oktober turun USD 22 atau 1,8 persen menjadi USD 1.192,2 per ounce. Angka tu adalah harga penutupan terendah sejak 3 Agustus 2010.

Harga emas telah meluncur selama berbulan-bulan, karena investor khawatir The Fed bakal menaikkan suku bunga sehingga akan meredam permintaan emas.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan data non-farm payrolls AS naik 248 ribu pada bulan lalu, di atas perkiraan ekonom sebesar 215 ribu. Itu laju tercepat dari pertumbuhan pekerjaan sejak Juni. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 5,9 persen dari 6,1 persen pada bulan Agustus.

“Data pekerjaan AS memperkuat prediksi the Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat, “kata Bob Haberkorn, broker komoditas senior RJO Futures di Chicago.

Pejabat Fed sebelumnya telah mengatakan pasar tenaga kerja yang lebih kuat akan membuka jalan bagi pengetatan kebijakan moneter. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS yang kuat cenderung menggerus permintaan investor untuk aset pelindung seperti emas.

Tak hanya harga emas , logam lainnya seperti perak berjangka kembali ke level terendah dalam 4,5 tahun, dengan kontrak Desember yang paling aktif diperdagangkan jatuh 1.1 persen menjadi USD 16,826 per ounce.

Palladium untuk pengiriman Desember turun 1,8 persen menjadi USD 754,55 per ounce, penutupan terendah sejak 3 Maret 2014. Sedangkan platinum turun 3,4 persen menjadi USD 1.226,9 per ounce, terendah dalam lima tahun. (lp6/wh)