Dahlan Sarankan Pegawai Merpati Tidak Bekerja

Dahlan Sarankan Pegawai Merpati Tidak Bekerja

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyarankan para pegawai PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) tidak usah bekerja lagi saat ini. Pasalnya hingga saat ini seluruh pegawai, baik direksi sampai komisaris Merpati belum digaji selama dua bulan.

“Tidak usah bekerja selama menunggu gajian,” ujar Dahlan di kantor pusat PT Pegadaian, Kamis (30/1/2014).

Dahlan pun pasrah dengan kondisi Merpati saat ini. Pasalnya jika pegawai Merpati ingin dibayarkan upahnya, tidak bisa lagi menjual aset-asetnya, karena sudah tidak tersisa. Dahlan juga menjelaskan Merpati tidak bisa lagi mencari pinjaman uang karena masih terlilit utang Rp 6,5 triliun.

“Nggak mungkin juga mencari pinjaman, mau jual nggak ada sisa aset,” ungkap Dahlan.

Dahlan pun mengimbau kepada semua pegawai Merpati untuk bersabar sampai dua perusahaan swasta Kerja Sama Operasional (KSO), PT Amagedon Indonesia dan PT Bentang Persada Gemilang sudah mendapat ijin membantu perusahaan BUMN tersebut. KSO tersebut diprediksi mulai efektif membantu Merpati akhir bulan depan.

Makin Resah

Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM) Sudiyarto menyebut, kepastian dan arah korporasi ke depan juga membuat karyawan resah. Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines semakin resah lantaran hak-hak normatif mereka sejak November 2013 tak kunjung dipenuhi manajemen.

“Sebetulnya, kami, pegawai, betul-betul dibikin resah sama manajemen saat ini. Kenapa? Komunikasi antara manajemen dengan serikat sangat buruk dan tidak jelas arahnya,” ungkapnya kepada wartawan ditemui di Senayan, Jakarta.

FPM sedianya telah beraudiensi dengan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI serta melayangkan surat perihal kondisi Merpati ke beberapa komisi. Di sisi lain, terkait rencana manajemen melepas Merpati Maintenance Facility (MMF) serta Merpati Training Center (MTC), Sudiyarto menilai itu adalah langkah yang tidak tepat.

Ia meluruskan bahwa keduanya bukanlah anak usaha Merpati, tetapi hanya bagian atau divisi dari Merpati. Lebih lanjut, ia mengatakan, karyawan yang ada di bagian MMF sekira 380 orang, dan hanya belasan orang di MTC.

“Menurut saya, saya bilang itu (menjual MMF dan MTC) salah besar,” kata pramugara Merpati itu.

Sebagaimana diketahui, MMF dan MTC dilepas sementara waktu ke PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, uang dari itu bisa digunakan untuk membiayai operasional Merpati. (tri/bh)