Dahlan Minta Utang Luar Negeri Swasta Dikendalikan

 

Dahlan Minta Utang Luar Negeri Swasta Dikendalikan

Menteri  Negara BUMN Dahlan Iskan meminta  Pemerintah mengendalikan utang  swasta dari luar negeri.  Menurutnya, peningkatan utang luar negeri oleh swasta ini  patut diperhatikan dan dicermati.

Menurut Dahlan, pemerintah perlu menegaskan regulasi tentang pengendalian utang luar negeri terhadap pihak swasta. “Sebaiknya ada pengendalian utang swasta,” ujar Dahlan di Jakarta.

Apalagi, peningkatan utang luar negeri ini disebabkan pertumbuhan utang swasta. “Setelah kami hitung berapa pinjaman luar negeri Pertamina dan PLN dalam valas, ternyata cuma 7 persen. Jadi, yang dominan itu utang swasta,” kata dia.

Menurut Dahlan, PLN dan Pertamina berutang agar kebutuhan energi bisa dipenuhi. Kalau tidak, pemenuhan kebutuhan bisa terhambat. “Kebutuhan Pertamina, kan, mendesak. Konsekuensinya tinggi sekali. BBM tidak bisa ditunda,” kata Dahlan.

Sebelum ini, Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri pada Maret 2014 mencapai USD 276,5 miliar atau tumbuh 8,7 persen dibandingkan Maret 2013.

Posisi utang luar negeri Maret 2014 ini terdiri atas sektor pemerintah dan BI sebesar USD 130,5 miliar dan swasta USD146 miliar.

Penyumbang paling besar pertumbuhan utang luar negeri ini adalah sektor swasta yang tercatat meningkat 12,2 persen (year on year), sedangkan sektor pemerintah dan BI hanya tumbuh 5,1 persen.   Menurut BI, utang swasta ini sebagian besar tidak di-hedging sehingga sangat beresiko. (via/ram)