Daging Sapi Dicampur Babi Dijual Bebas di Pasar Surabaya

Daging Sapi Dicampur Babi Dijual Bebas di Pasar Surabaya

Polisi tunjukkan barang bukti daging sapi yang dicampur babi dan dijual bebas, Kamis (26/5/2016).foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Daging sapi yang dicampur dengan daging babi dan dijual secara bebas oleh SR di pasar LMKK Semolowaru Sukolilo berhasil diungkap tim Ditreskrimsus Polda Jatim. Dari tangan tersangka SR, berhasil didapatkan barang bukti (BB) 16 kilogram daging sapi yang dicampur dengan daging babi, timbangan serta pisau.

Kanit III/Industri, Pangan, dan Perlindungan Konsumen, Subdit I Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Roman Smaradhana Elhaj yang mendampingi Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono meminta masyarakat Surabaya agar lebih berhati-hati saat membeli daging sapi di pasar tradisional.

“Saat kami gerebek dengan petugas dari Dinas Peternakan Jatim, tersangka sedang melayani pembeli yang tidak mengetahui bila daging sapi yang dijual tersebut dicampur dengan babi oleh SR,” kata Kompol Roman Smaradhana Elhaj di ruang humas Polda Jatim, Kamis (26/5/2016).

Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah tersangka membeli daging sapi di Pasar Mangga Dua Jagir dengan harga Rp 92 ribu per kilogram.

Kemudian tersangka membeli daging babi di pasar yang sama dengan harga Rp 70 ribu per kilogram. Oleh tersangka SR, sebelum dijual di pasar LMKM Semolowaru, dirinya mencampur kedua daging tersebut dan dijual ke konsumen dengan harga Rp 96 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

“Dari pengakuan tersangka yang melakukan perbuatan mencampur daging sapi dengan babi tersebut dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Jadi sudah banyak masyarakat yang terbohongi dengan tindakan tersangka,” ucapnya.

Tersangka SR sendiri oleh polisi disangkakan pasal 140 juncto pasal 86 ayat 2 juncto pasal 1 angka 5 UU RI no 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 ayat 1 atau 2 juncto pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Ancaman pidananya maksimal 5 tahun penjara atau denda sebesar Rp 10 miliar,” tukasnya. (wh)