Cuaca Panas, Omzet Penjual Payung Naik 150 Persen

Cuaca Panas, Omzet Penjual Payung Naik 150 Persen
Penjual payung di pusat perbelanjaan Kota Surabaya yang laris manis. Sandhi nurhartanto/enciety.co

Cuaca panas yang menyengat di Kota Surabaya menjadi berkah tersendiri bagi para penjual payung. Masyarakat yang tidak kuat terpapar langsung sinar matahari, biasanya menggunakan payung untuk melindungi kepala dan tubuhnya dari sengatan ultraviolet tersebut.

Kusumawardani, salah satu penjaga toko payung, mengatakan penjualan payung di tempatnya mengalami kenaikan yang lumayan. Biasanya perhari, hanya dua atau lima payung saja yang terjual. Namun diakuinya kini penjualan payung ditempatnya naik hingga 150 persen.

“Kini lebih dari 10 payung yang terjual perhari. Namun kebanyakan masyarakat membeli payung yang berbentuk unik,” kata Kusuma, panggilan akrabnya, saat ditemui enciety.co di pusat perbelanjaan kota Surabaya.

Payung-payung unik tersebut tidak hanya yang berfungsi melindungi tubuh saja. Namun lebih kepada bentuk dan motif payung. Mulai dari berbentuk boneka di pegangannya hingga penggunaan warna-warna cerah serta diberi renda.

Menurut dia, dengan mengikuti tren dari masyarakat maka suatu barang akan mudah laku. Payung ditempatnya sendiri, disambung Kusuma, kini lebih banyak mengikuti trend di pasaran. Biasanya pemilik toko di tempatnya bekerja mencari motif tren payung dari berbagai sumber seperti meminta pendapat dari pembeli hingga berselancar di dunia maya.

“Payung yang tidak umum yang banyak dicari pembeli dan bukan seperti payung biasa yang berwarna hitam atau hanya satu warna saja,” ucap dia. (wh)